tvOnenews.com - Seorang pria berinisial D melaporkan tetangganya karena diduga menjadi korban penganiayaan usai menegur lantaran bermain drum di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (7/2/2026).
Polda Metro Jaya mengungkapkan kronologi pria berinisial D yang diduga dianiaya oleh pria berinisial MPSC karena ditegur sering bermain drum dari siang hingga malam hari.
“Korban menegur terlapor terkait suara drum yang mengganggu. Korban dianiaya, dicekik, dipiting, ditendang dan dipukul,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto kepada wartawan, Senin (9/2/2026).
Budi mengatakan korban sudah membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Barat dan telah melakukan visum. Hingga kini pihaknya masih melakukan proses pendalaman.
“Ini juga telah dilakukan visum et revertum di Rumah Sakit Graha Kedoya. Pemeriksaan diagendakan hari ini bagi para terlapor dan saksi-saksi,” ujarnya.
- Julio Trisaputra/tvOnenews
Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Raden Dwi Kennardi mengungkapkan tidak ada masalah pribadi sebelumnya.
Insiden ini murni karena ada salah satu pihak yang terusik dengan suara drum. Meski sudah beberapa kali ditegur namun diabaikan.
“Awal mulanya memang ada salah satu pihak yang terusik dengan suara drum. Dari keterangan yang kami dapatkan sudah beberapa kali diingatkan namun tidak digubris,” kata Kompol Raden Dwi Kennardi pada program acara Apa Kabar Indonesia Malam, tvOne, Selasa (10/2/2026).
“Untuk masalah pribadi sebetulnya tidak ada, namun memang murni dari gangguan suara drum atau gangguan kamtibmas. Jadi ada salah satu pihak yang bermain drum kemudian ditegur tetapi tidak terima ditegur akhirnya melakukan perbuatan tersebut (menganiaya),” sambungnya menjelaskan.
Sementara itu, keduanya sudah saling melaporkan ke Polres Metro Jakarta Barat dan sudah ditangani oleh pihak kepolisian.
Saat ini kedua kasus tengah dijalani penyelidikan dengan melakukan klarifikasi terhadap para saksi.
“Betul, masing-masing pihak sama-sama melaporkan di Polres Jakarta Barat, dan kami sudah menangani keduanya. Pada saat ini kami masih dalam ranah penyelidikan dengan pemeriksaan saksi. Saksi yang berada di lokasi yang melihat itu terjadi,” terang Kennardi.




