Bisnis.com, JAKARTA - Tottenham Hotspur resmi mendepak Thomas Frank, seiring rentetan hasil buruk di Premier League, terutama karena poin Xavi Simons Cs kini hanya selisih lima poin dari tim di batas zona degradasi.
"Klub telah mengambil keputusan untuk melakukan perubahan pada posisi Pelatih Kepala Putra dan Thomas Frank akan meninggalkan klub hari ini," ungkap keterangan manajemen The Lilywhites di laman resminya, Rabu (11/2/2026).
Dewan Manajemen Tottenham menjelaskan sejak Frank diangkat diangkat pada Juni 2025, sebenarnya mereka berniat memberi waktu dan dukungan yang dibutuhkan untuk membangun masa depan bersama.
"Namun, hasil dan performa telah membuat Dewan menyimpulkan bahwa perubahan pada titik ini di musim ini diperlukan," tambahnya.
Terlebih, selepas kekalahan di kandang oleh Newcastle United dengan skor 1-2 tadi malam, rentetan hasil buruk Spurs era Frank menjadi delapan laga tanpa kemenangan di Premier League.
Namun, Spurs juga berterima kasih karena Frank menunjukkan komitmen teguh dan memberikan segalanya dalam upayanya untuk memajukan klub, terutama di turnamen regional.
Baca Juga
- Tottenham Vs Newcastle, Karier Dua Pelatih jadi Taruhan
- Hasil Manchester United vs Tottenham 2-0, Setan Merah Kian Berjaya
- Prediksi Skor MU Vs Tottenham, Head to Head dan Susunan Pemain
Sebagai informasi, Tottenham era Frank sebenarnya berprestasi apik di Liga Champions UEFA, sebab menduduki peringkat ke-4 fase grup sehingga kini langsung mendapat tempat di babak 16 besar.
"Kami ingin mengucapkan terima kasih atas kontribusinya dan mendoakan kesuksesan baginya di masa depan," tutup keterangan manajemen klub.
Selepas kepergian Frank, salah satu nama paling banyak disebut adalah Roberto De Zerbi yang juga baru saja meninggalkan Olympique Marseille hari ini.
Sebelumnya, nama De Zerbi dalam lanskap Premier League memang harum, sebab racikannya saat mengasuh Brighton & Hove Albion terbilang apik, membuat Kaoru Mitoma Cs menjelma tim 'giant killer' walaupun diisi skuad muda dan kualitas seadanya.
Dia juga peka dengan pemain berbakat yang belum terlalu berkilau. Salah satu yang paling mencolok, yakni pengambilan Alexis Mac Allister dari Argentinos Juniors.





