Mentan Sebut Stok Pangan sampai Lebaran Surplus, Diawasi Agar Harga Tak Melonjak

kumparan.com
17 jam lalu
Cover Berita

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memastikan ketersediaan pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026 dalam kondisi aman. Ia menyebut stok bahan pokok nasional surplus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga dua bulan ke depan, termasuk saat Lebaran.

“Semua stok kita dua bulan ke depan surplus, lebih dari cukup. Ada sembilan bahan pokok kita, itu adalah swasembada dan ekspor. Minyak goreng, beras, bawang merah, dan seterusnya Kemudian yang impor juga cukup. Jadi ada 11-12 bahan pokok cukup sampai, lebih dari cukup sampai Idul Fitri,” kata Amran kepada wartawan di Istana Negara, Rabu (11/2).

Amran mengatakan sejumlah komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, daging, ayam, dan telur menjadi fokus pengawasan pemerintah agar tidak terjadi lonjakan harga saat permintaan meningkat.

Terkait harga cabai dan bawang merah yang sebelumnya sempat disorot dalam rakor inflasi, Amran memastikan kondisinya terkendali.

“Bawang merah kan kita swasembada. Bahkan kita ekspor Kalau tidak salah, 2025 ekspor kurang lebih 1.000 ton. Jadi kita sudah swasembada. Ini persoalan rantai pasoknya kita benahi, jadi ada HET, ada HPP. HET-nya kita tekankan, khususnya yang strategis beras. Yang paling strategis beras kan, dengan minyak goreng, daging, ayam, telur, ini yang kita harus jaga betul,” ujar Amran.

Selain komoditas hortikultura, pemerintah juga memberi perhatian pada pasokan dan harga daging sapi. Amran mengungkapkan impor sapi bakalan sebagian besar masih dilakukan swasta.

“Oke, kita hitung-hitungan ya, jangan pakai rasa. Berapa impornya, impor sapinya swasta? 100 persen swasta, 700 ribu ekor,” ungkap Amran.

Ia menilai pemerintah perlu memiliki cadangan melalui BUMN untuk keperluan intervensi pasar jika harga melonjak. “Nah, dia harus punya cadangan untuk intervensi pasar. Nah, kalau BUMN-nya tidak melakukan, bisa diberi sanksi, dicopot,” tegas Amran.

Amran juga menekankan tambahan impor yang dikelola BUMN bukan untuk bermain harga, melainkan untuk stabilisasi menjelang Ramadan dan Lebaran. Ia menyebut pengalaman saat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) bisa menjadi acuan karena harga relatif stabil tanpa gejolak di momen tersebut.

“Nah, sekarang ini Kita lihat kemarin Nataru alhamdulillah tidak ada gejolak yang terlalu tinggi. Udah. Itu tujuan pemerintah,” tutur Amran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gandeng Daerah Produsen Pangan, Food Station Pastikan Stok Sembako Aman Saat Ramadan
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Kuasa Hukum Bahar bin Smith Sebut Pihaknya akan Upayakan Restorative Justice
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Penyidikan Berlanjut, Polisi Akan Panggil Richard Lee Pekan Depan
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
6 Tren Perawatan Kulit Ramadan–Lebaran 2026, Glowing Instan Mulai Tersingkir!
• 22 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Semen Baturaja Dorong GCG dengan Dukung Proses Penyelidikan
• 15 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.