MM, pemuda asal Kecamatan Japah, Blora, dikeroyok warga karena kedapatan selingkuh dengan R, mengaku awalnya tak punya niatan selingkuh. Kata MM, ia datang ke rumah R di Desa Srigading, Kecamatan Ngawen, untuk mengembalikan motor.
Awalnya, MM dan R bertukar motor untuk diperbaiki. MM mengantar motor dan tiba di rumah R, pada pukul 22.30 WIB.
"Awalnya disuruh balikin motor. Malamnya ke situ, bawa motor dan makanan," kata MM.
Lalu, pada pukul 23.30 WIB, sejumlah massa datang. Beberapa di antaranya yang merupakan pemuda masuk rumah dan memukuli MM.
MM ngaku dia hanya duduk diam tak melakukan apa pun. Tapi, video yang direkam warga jelas menunjukkan perbuatan seksual MM dan R.
Tindakan ini yang memicu warga mengamuk.
"Sebelum dikeroyok itu divideoin dulu, baru setelah itu digerebek. Setelah itu langsung ditonjokin," imbuhnya.
Warga yang mengeroyok itu menurut perkiraannya ada sekitar 30 orang. Tak hanya dikeroyok dan dipukuli, MM kemudian ditelanjangi.
"Diarak di jalanan menuju balai desa. Sambil tangan saya diikat. Posisi ditelanjangi. Di balai desa diikat di tiang bendera," bebernya.
Tak hanya itu, ia juga diancam oleh kerumunan warga. Ancaman itu untuk menekan MM agar mengikuti kemauan warga.
"Diancam dibakar dan dibunuh di situ," tambahnya.
Beruntung hal itu tak sampai terjadi. Lantaran pada Senin (2/2) pukul 02.00 datang mobil patroli Polsek Ngawen dan MM dibawa ke kepolisian. Lalu, MM balik melaporkan tindakan warga itu kepada polisi.




