Jakarta, VIVA - PT Bank BCA Syariah mencatat pertumbuhan sebesar 15,4 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp19,2 triliun pada 2025. Kinerja positif juga tecermin dari laba bersih yang tumbuh 15,4 persen yoy menjadi Rp212 miliar pada periode yang sama.
Direktur Utama BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum menyebut jika pertumbuhan juga didukung dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) dan penyalurannya dalam bentuk pembiayaan yang berkualitas.
"Ini mencerminkan semakin kuatnya minat dan kepercayaan masyarakat," ujarnya di Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.
Secara keseluruhan, pembiayaan BCA Syariah tumbuh 23,1 persen yoy menjadi Rp13,2 triliun, dengan fokus pada sektor-sektor produktif, baik pembiayaan komersial maupun pembiayaan konsumer seperti KPR dan emas.
Anak usaha BCA itu secara konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian untuk menjaga kualitas aset yang tercermin dalam rasio NPF gross di level 1,57 persen.
Dari sisi pendanaan, DPK BCA Syariah tercatat tumbuh 17,1 persen yoy menjadi Rp15,4 triliun, didorong oleh peningkatan dana murah (CASA) yang tumbuh 25,7 persen yoy dan mencapai Rp6,3 triliun.
BCA Syariah juga konsisten menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Pemberdayaan tersebut dilakukan melalui sejumlah inisiatif, seperti pelatihan intensif untuk UMKM perempuan melalui WEpreneur.
Pada tahun lalu, program tersebut telah memberikan pelatihan intensif pada 30 UMKM terpilih serta menyelenggarakan micro mentoring yang menjangkau 3.148 peserta.
"Ke depan, kami akan terus memperkuat struktur pendanaan, meningkatkan kualitas pembiayaan, serta mengembangkan layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah," tegas Yuli.





