Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengatakan percepatan penanganan bencana tetap harus dilanjutkan karena masih terdapat sejumlah PR yang harus dikerjakan.
“Alhamdulillah progresnya luar biasa, sangat cepat, tetapi masih banyak PR-PR yang harus kita lanjutkan,” kata Pratikno dalam konferensi pers di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2).
Pratikno menegaskan penanganan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah.
“Jadi yang utama adalah bahwa ini bukan hanya urusan pusat tetapi juga urusan daerah. Jadi kita juga harus dukung pemda-pemda untuk bisa berperan aktif di sini,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bencana tidak hanya terjadi di satu wilayah, melainkan juga berbagai daerah di Indonesia dan seluruhnya tetap menjadi perhatian pemerintah.
“Bencana bukan hanya di tiga provinsi ini. Sejak pasca November kita menghadapi bencana Sumatera, terus kemudian rangkaian bencana serupa hidrometeorologi juga terjadi di beberapa daerah yang lain,” kata Pratikno.
Sejumlah wilayah yang terdampak, lanjutnya, antara lain Maluku Utara, Sulawesi Utara, Halmahera, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.
“Semua daerah lain juga tetap terus kita kawal penyelesaiannya,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan progres penanganan pascabencana menunjukkan perkembangan signifikan.
“Setelah dua bulan lebih pasca bencana, progresnya secara umum sangat signifikan,” kata Tito.
Ia menjelaskan, dari 52 kabupaten/kota terdampak, sebanyak 37 daerah atau sekitar 71 persen sudah dinyatakan normal.
“52 kabupaten/kota, 37 normal, itu 71 persen. Yang lain mendekati normal dan yang memerlukan atensi,” ujarnya.
Meski demikian, Tito menegaskan pemerintah tidak ingin berpuas diri dan akan terus mendorong percepatan pemulihan melalui evaluasi berkala.
“Untuk selanjutnya kita jangan berpuas diri, secepat mungkin, kita harus bekerja lebih keras lagi,” kata Tito.
“Sekali lagi, mohon dukungan dan kerja sama kita semua,” tutupnya.




