Tim Gabungan Tertibkan Bangunan Liar di Sempadan Sungai Citarum

mediaindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

TIM gabungan menertibkan bangunan liar yang berdiri di sepanjang bantaran Sungai Citarum khususnya di wilayah RT 01/09 Desa Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Rabu (11/2). Penertiban bangunan liar penyebab banjir Dayeuhkolot ini dilaksanakan oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Pemerintah Kecamatan Dayeuhkolot, komunitas Prima, dan tim Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot. 

Ketua Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, mengatakan, langkah penertiban bangunan tidak berizin tersebut merupakan bagian dari program kolaborasi Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot dalam upaya normalisasi bantaran Sungai Citarum.

"Selama ini upaya normalisasi bantaran Citarum terkendala keberadaan bangunan ilegal semi permanen di atas sempadan sungai. Hari ini tim gabungan mulai melakukan pembongkaran secara bertahap," kata Tri. 

Baca juga : Segera Normalisasi Sungai Citarum untuk Atasi Banjir Karawang

Sebelum eksekusi dilakukan, pihak kecamatan dan tim gabungan telah menjalankan prosedur standar berupa sosialisasi secara persuasif serta pemberian surat peringatan kepada para pemilik bangunan. Tri mengaku sangat bersyukur sebagian warga dapat memahami dan bersedia meninggalkan bangunan semi permanen yang mereka tempati di sepanjang bantaran Sungai Citarum. 

"Selama ini berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, keberadaan bangunan di bantaran sungai itu menghambat akses untuk melakukan pengerukan dan pemasangan geobag penahan tanah atau oleh pihak BWWS. Jika tidak ditertibkan, program pengendalian banjir tidak akan maksimal," katanya.

Dia menegaskan penertiban bangunan liar itu dilakukan semata-mata demi kepentingan masyarakat yang lebih luas. Selain itu, lanjutnya, penertiban ini juga dibarengi dengan rencana relokasi dan penataan kawasan agar lebih estetis dan berfungsi sebagaimana mestinya sebagai ruang terbuka hijau maupun akses perawatan sungai.
 
Diharapkan dengan sterilnya bantaran Sungai Citarum dari bangunan liar berbagai program pengurangan risiko banjir Dayeuhkolot seperti pemasangan geobag, peninggian tanggul dan normalisasi aliran air dapat segera diselesaikan sebelum puncak musim hujan tiba.

"Semoga setelah penertiban ini risiko banjir yang kerap melanda pemukiman warga di Desa Dayeuhkolot dapat diminimalisir secara signifikan. Kami sampaikan terima kasih kepada tim gabungan san seluruh pihak yang telah mendukung penertiban bangunan liar ini," katanya. (BY/E-4)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
SKK Migas Targetkan 100 Sumur Eksplorasi dan Multi-Stage Fracturing pada 2026 lewat Kerja Sama Strategis dengan Schlumberger
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Kemenkes Terima Donasi, Alat Medis di Fasilitas Kesehatan Rusak Imbas Bencana Sumatera
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Tak Perlu Takut Badan Terlalu Kurus saat Puasa Ramadhan, Ini Solusi Sehat dan Proporsional ala dr. Zaidul Akbar
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Marcella Santoso Klaim Punya Firasat Bakal Dipelintir Kejagung Usai Menang Perdata Kasus CPO
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Jadwal Siaran Langsung Proliga 2026 Seri Bojonegoro: Megawati Hangestri Cs Kerja Rodi Lagi, Samator Hadapi LavAni
• 20 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.