Analis Ungkap Dampak Potensi Delisting Imbas Pemberlakuan Free Float 15%

katadata.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Risiko penghapusan pencatatan saham atau delisting membayangi ratusan emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasalnya, otoritas bersama Self Regulatory Organization tengah mendorong kenaikan batas porsi saham publik atau free float dari 7,5% menjadi 15% secara bertahap.

Analis menilai kebijakan ini justru akan menyehatkan pasar. Head of Research Korea Investment Sekuritas Indonesia Muhammad Wafi menilai langkah otoritas menambah muatan porsi free float dapat dianalogikan sebagai proses seleksi alam yang pada akhirnya akan memperbaiki kualitas pasar.

Wafi menyatakan, aturan kenaikan free float menjadi 15% penting untuk mencegah saham dengan fluktuasi harga tinggi atau disebut sebagai saham gorengan semakin menjalar.

“Aturan 15% penting untuk mencegah saham gorengan akibat suplai terbatas dan meningkatkan kedalaman pasar supaya gak gampang dimanipulasi bandar,” ujar Wafi kepada Katadata.co.id, Selasa (10/2).

Wafi menyarankan, agar proses kenaikan free float ini dilakukan secara bertahap dengan masa transisi sekitar dua sampai tiga tahun. Menurut dia, jangka waktu tersebut akan mempermudah perusahaan tercatat melakukan right issue atau divestasi agar terhindar dari risiko delisting

Hal serupa juga diutaran oleh Asosiasi Emiten Indonesia (AEI). Ketua Umum AEI Armand Wahyudi Hartono memberikan beberapa masukan terkait kebijakan kenaikan free float menjadi 15%. Di antara usulan tersebut, Armand menyatakan agar peningkatan free float ke 15% dilakukan bertahap, terukur dan hati-hati.

Menurut Armand, Armand, kebijakan tersebut perlu mempertimbangkan kapasitas pasar serta berbagai risiko yang menyertai proses penyesuaian.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan tengah menyiapkan skema exit policy untuk emiten-emiten yang tidak dapat memenuhi ketentuan free float 15%. Mantan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menyatakan, skema exit policy menjadi salah satu dari tiga poin dari respon OJK terhadap pengumuman yang disampaikan MSCI Inc pada 28 Januari lalu.

Dia menyebut, perusahaan tercatat yang tidak dapat memenuhi ketentuan free float 15% akan dihapus pencatatan sahamnya atau delisting dari BEI. Sementara itu, merujuk data dari Stockbit, berikut 20 emiten dengan kapitalisasi pasar tertinggi yang belum mencapai minimum free float 15%:

Daftar 20 Emiten Berkapitalisasi Besar Belum Penuhi Free Float 15%

Emiten Kapitalisasi PasarFree FloatPT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)Rp 1.076 triliun12,30%PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)Rp 614 triliun10,66%PT Bank Permata Tbk (BNLI)Rp 146,89 triliun9,97%PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)Rp 130,44 triliun9,97%PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)Rp 127,30 triliun9,11%PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)Rp 111,17 triliun9,25%PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)Rp 109,61 triliun14,78%PT H.M. Sampoerna Tbk (HMSP) Rp 100,61 triliun7,50%PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)Rp 87,74 triliun14,05%PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)Rp 81,39 triliun10,44%PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR)Rp 73,38 triliun11,97%PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)Rp 63,09 triliun9,63%PT Mayora Indah Tbk (MYOR)Rp 55,67 triliun14,55%PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)Rp 55,65 triliun7,62%PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR)Rp 49,88 triliun0,09%PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA)Rp 47,64 triliun7,51%Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)Rp 47,04 triliun10,90%PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL)44,70 triliun13,71%PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) Rp 44,11 triliun10,28%PT Soho Global Health Tbk (SOHO)Rp 40,35 triliun9,02%

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BCA Syariah Unjuk Gigi: Aset Rp19,2 Triliun, NPF Terjaga
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Tetap Fit Saat Bulan Puasa Ramadan: Ini Panduan Lengkap Waktu, Jenis, dan Tips Olahraga yang Aman Buat Kamu
• 14 jam lalugrid.id
thumb
Link Live Streaming Liga Inggris Hari Ini Sunderland vs Liverpool: Saatnya Menang
• 8 jam lalugenpi.co
thumb
Kasus Penyiraman Siswa di Jakpus, Polisi: Cairan Kimia Bukan Air Keras, Korban Acak
• 19 jam lalugenpi.co
thumb
Hasto Kristiyanto: Sebagai Partai Penyeimbang, PDIP Beri Masukan Atasi Badai Ekonomi
• 4 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.