Memasuki Hari Keenam, Tim Gabungan Masih Berjibaku Padamkan Karhutla di Desa Damai Bengkalis

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, BENGKALIS - Tim gabungan masih terus berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Pertanian, Desa Damai, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.

Di tengah kepulan asap yang masih membumbung dari lahan gambut kering, sebanyak 69 personel gabungan dikerahkan untuk mengendalikan sisa titik api.

BACA JUGA: Polres Pelalawan Ungkap Kasus Karhutla di Teluk Meranti, Dua Petani Diamankan

Kegiatan dipimpin langsung oleh Ps. Kapolsek Bengkalis Iptu Hendro Wahyudi bersama unsur BPBD, Damkar, TNI, Dishub, perangkat desa, serta masyarakat setempat.

Kebakaran yang pertama kali terdeteksi pada Kamis (05/02/2026) di lahan milik masyarakat dengan titik koordinat 1.459170 N, 102.208468 E.

BACA JUGA: 6 Helikopter Water Bombing Dikerahkan untuk Padamkan Karhutla di Sumsel

Hingga hari keenam, luas lahan yang terdampak mencapai sekitar ±15 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar ±7 hektare telah berhasil dipadamkan.

“Sementara ±8 hektare lainnya masih dalam tahap pendinginan karena material gambut masih mengeluarkan asap,” kata Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar Rabu (11/2).

BACA JUGA: Karhutla Makin Parah, Sumsel Masuk Zona Merah

Fahrian menjelaskan lahan yang terbakar didominasi hutan dan semak belukar dengan vegetasi tanaman paku dan pepohonan mahang.

Sebagian area juga merupakan lahan olahan masyarakat yang ditanami karet dan kelapa sawit.

“Jenis tanah gambut kering serta minimnya ketersediaan air di parit dan embung sekitar lokasi menjadi kendala utama dalam proses pemadaman,” lanjutnya.

Dalam operasi ini, personel gabungan terdiri dari BPBD Kabupaten Bengkalis (17 personel), Damkar Bengkalis (10 personel), MBP Desa (4 personel), Polsek Bengkalis (15 personel), TNI (1 personel), Dishub (2 personel), serta 20 orang masyarakat.

Mereka menggunakan peralatan seperti mesin mini streker, mesin robin, nozel, selang 1,5 inci, jet pump, dan kendaraan operasional roda empat untuk menjangkau titik api yang sulit diakses.

Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari quick response saat awal kejadian, pemetaan potensi kerawanan dan pengumpulan bahan keterangan terhadap saksi maupun pemilik lahan.

Pemetaan sebaran api menggunakan drone, identifikasi sumber air di sekitar lokasi, hingga penerapan pola blokade guna mencegah api meluas.

“Secara umum, titik api telah padam, namun sisa asap masih terlihat di beberapa bagian lahan sehingga pendinginan terus dilakukan guna mencegah munculnya api kembali,” tutur Fahrian. (mcr36/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Rizki Ganda Marito


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Moody’s Turunkan Outlook, Bagaimana Nasib Obligasi RI?
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pramono Pastikan Rute Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Sudah Kantongi Izin dari Pusat
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Periksa Pj Gubernur-Sekda Riau, KPK Dalami Aliran Duit Korupsi Abdul Wahid
• 7 jam laludetik.com
thumb
Dua Kepala Dinas Pemprov Sumut Mengundurkan Diri, Alasan Berbeda
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
Wujudkan Indonesia Bersih 2029, Gakkum LH Kota Makassar dan Pusdal LH Suma Gelar Aksi Bersih di Pasar Mandai
• 15 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.