Harga Emas Pangkas Kenaikan usai Rilis Data Tenaga Kerja AS

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia memangkas kenaikan pada Rabu (11/2/2026) setelah laporan ketenagakerjaan Januari menunjukkan penambahan 130.000 lapangan kerja.

Harga Emas Pangkas Kenaikan usai Rilis Data Tenaga Kerja AS. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga emas dunia memangkas kenaikan pada Rabu (11/2/2026) setelah laporan ketenagakerjaan Januari menunjukkan penambahan 130.000 lapangan kerja, jauh di atas perkiraan 55.000.

Mengutip Dow Jones Newswires, tingkat pengangguran juga turun menjadi 4,3 persen.

Baca Juga:
Adu Kinerja Saham Logam, ANTM hingga NCKL Mana Paling Prospektif?

Emas spot (XAU/USD) ditutup naik 1,18 persen ke USD5.084,28 per troy ons.

Kontrak berjangka (futures) emas paling aktif memangkas kenaikan menjadi 0,8 persen, dari sebelumnya 1,6 persen sebelum data dirilis.

Baca Juga:
Citi Proyeksi The Fed Tunda Pemotongan Suku Bunga hingga Mei Usai Rilis Laporan Pekerjaan AS

Data tenaga kerja AS yang lebih kuat meredam ekspektasi pelonggaran cepat oleh Federal Reserve (The Fed), meski arah perubahan kebijakan yang lebih longgar tetap terjaga.

Nonfarm payrolls (NFP) naik 130.000 pada Januari, jauh di atas revisi Desember sebesar 48.000 dan proyeksi 70.000.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Turun Imbas Data Ketenagakerjaan Memicu Penundaan Pemotongan Suku Bunga

Sementara itu, tingkat pengangguran turun menjadi 4,3 persen dan rata-rata upah per jam meningkat 0,4 persen secara bulanan, mendorong pertumbuhan upah tahunan menjadi 3,7 persen.

Data ketenagakerjaan dan upah yang lebih solid tersebut mengurangi urgensi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.

Pelaku pasar pun menggeser ekspektasi pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin yang sepenuhnya diperhitungkan menjadi Juli dari sebelumnya Juni.

Hal ini menopang imbal hasil obligasi pemerintah AS dan membatasi kenaikan lebih lanjut pada emas.

Meski demikian, harga emas masih bertahan di dekat level tertinggi beberapa pekan.

Pasar tetap mengantisipasi pelonggaran kebijakan moneter pada paruh kedua tahun ini di tengah moderasi pertumbuhan, risiko geopolitik yang persisten, serta permintaan bank sentral yang berkelanjutan.

Bank sentral China (PBoC) bahkan memperpanjang tren pembelian emasnya, memperkuat dukungan struktural terhadap harga meskipun pasar tenaga kerja AS menunjukkan ketahanan. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kantongi Izin Bank Devisa, Ini Strategi BCA Syariah Perkuat Layanan Valas
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Mengunjungi Arhanud 21, Perisai Pelindung Langit Yogya
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Lapor ke Prabowo, Airlangga Klaim Stimulus Lebaran Bakal Ungkit Ekonomi
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
MUNAS IISIA 2026 Perkuat Kedaulatan Industri Baja di Tengah Tekanan Global dan Oversupply
• 28 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Hilal Insentif Belum Jelas, Target Penjualan Mobil 2026 Dipatok Segini
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.