Militer Dijadikan Kelompok Bersenjata, Fraksi Xi Menghabisi Lawan Politik, Li Ka-shing Terdepak dari Terusan Panama

erabaru.net
9 jam lalu
Cover Berita

 oleh Jin Ran

oleh Jin Ran

Pada 30 Januari, Xi Jinping mengadakan pertemuan Politbiro yang misterius di Beijing. Bahkan media audiovisual corong Partai Komunis Tiongkok (PKT) China Central TV pun tidak menayangkan rekaman pertemuan tersebut dalam gambar kecuali teks. Ini berarti seluruh rakyat tidak tahu siapa yang hadir atau absen. Membuat banyak orang berspekulasi: Apakah seseorang yang konon telah “terkonsolidasi kekuasaannya” menjadi semakin gelisah, wajahnya pucat pasi karena marah, sementara yang lain juga menyimpan motif tersembunyi, wajah mereka juga pucat karena gelisah? Jadi suasana pertemuan kurang pantas untuk disiarkan secara terbuka?

EtIndonesia. Pertemuan Politbiro pada 30 Januari ini adalah pertemuan pertama tahun 2026 dan pertemuan pertama setelah pengumuman pemecatan Zhang Youxia dan Liu Zhenli, sehingga menarik perhatian luas. 

Menurut kebiasaan, ini adalah hari di mana Sekretaris Jenderal Partai Komunis Tiongkok mendengarkan dan mempelajari laporan kerja kelompok pimpinan Partai dari Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional, Dewan Negara, Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok, Mahkamah Agung Rakyat, dan Kejaksaan Agung Rakyat, serta laporan kerja Sekretariat Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok. 

Sekarang, pertemuan ini telah berubah menjadi pertemuan rahasia para gangster. Menurut pendapat penulis, ini sama sekali bukan pertemuan yang membahas urusan negara, melainkan fraksi Xi Jinping yang sedang “menghabisi lawan politik”.

“Tidur Siang” Trump yang Tertangkap Kamera, Vance Bercanda Mengatakan Dirinya Datang untuk Menikmati Kopi Gratis

Secara kebetulan, pada 29 Januari Presiden Trump juga mengadakan rapat kabinet pertamanya untuk tahun 2026. Ini memberikan kesempatan yang baik untuk membandingkan pertemuan tingkat tertinggi dari dua negara paling representatif di dunia saat ini, Amerika Serikat dan PKT. Yang satu adalah pertemuan kotak hitam tanpa direkam, sementara yang lain disiarkan langsung, dengan lebih banyak wartawan di sekitar meja rapat daripada anggota kabinet Trump yang hadir, dan suasananya santai seperti lagi berpesta.

Rapat kabinet Trump ini hanya berlangsung selama 1 jam 20 menit. Momen paling menarik adalah ketika Trump memberikan pidato penutupnya dan meminta Wakil Presiden JD. Vance untuk menyampaikan beberapa patah kata. 

Namun Vance langsung dengan nada canda mengatakan: “Sudahlah Mr. Presiden, saya di sini untuk melayani negara bersama semua orang, sekalian menikmati kopi gratis!” Ucapannya itu langsung membuat seluruh hadirin tertawa terbahak-bahak. Bisakah kita membayangkan bila adegan semacam ini terjadi di dalam ruang rapat kelompok PKT?

Trump bahkan bercanda tentang rapat kabinet sebelumnya di mana ia tertangkap sedang memejamkan mata karena mengantuk, menyebabkan semua orang di ruangan itu, dari pejabat hingga wartawan tertawa.

 Seorang netizen berkomentar: “Rapat yang menyenangkan!” Netizen lain, yang pernah menjadi wartawan di daratan Tiongkok mengatakan bahwa ketika dirinya menjadi jurnalis, ia benci meliput rapat resmi, karena panjang, bertele-tele dan menyebalkan seperti kain perban kaki wanita tua zaman feodal. Sekarang, setelah melihat rapat Trump, ia ingin menjadi jurnalis lagi.”

Jangan berasumsi bahwa rapat kabinet Trump hanya dipenuhi senyum dan tawa, tanpa diskusi serius. Di balik suasana santai itu terdapat rencana strategis yang kejam dan cepat. Pada 28 Januari, Trump me-retweet unggahan tentang campur tangan PKT dalam pemilihan AS dan penyebaran virus serta vaksin beracun. Ini sama saja dengan menjatuhkan vonis bagi PKT. Kebencian nasional yang mendalam ini akan menjadi dasar bagi potensi tindakan keras Trump terhadap PKT di masa mendatang.

AS Melancarkan “Serangan dengan Pengurangan Dimensi”, Li Ka-shing Kehilangan Pelabuhan Panama

Sementara pemimpin puncak PKT terlibat dalam perebutan kekuasaan internal, Trump secara aktif berupaya untuk menghilangkan pengaruh PKT di Benua Amerika. Pada 29 Januari, Mahkamah Agung Panama mengeluarkan putusan mengejutkan, yang mencabut hak operasi PKT di Terusan Panama yang sudah berlangsung selama lebih dari dua dekade. Keputusan tersebut membuat tatanan strategis PKT di Belahan Barat mengalami keruntuhan. 

Proses pengambilan kembali hak yang tidak mudah dan perubahan dramatis ini tak kalah mendebarkan dibandingkan dengan adegan dalam film Hollywood. Ini dapat dianggap sebagai “granat kejut” kedua Trump sejak kembali ke Gedung Putih, setelah berhasil memutus ekspor minyak Venezuela ke Tiongkok lewat penangkapan Nicolas Maduro.

Pengalihan hak operasi pelabuhan ini awalnya adalah kesepakatan besar senilai USD 22,8 miliar. Raksasa Wall Street, BlackRock, membidik 43 pelabuhan global yang dikendalikan oleh Hutchison Whampoa milik Li Ka-shing, termasuk dua pelabuhan di Terusan Panama. Tawaran akuisisi yang harganya melebihi kapitalisasi pasar Hutchison Whampoa pada saat itu, langsung mendapat sambutan. Bagi Li Ka-shing ini adalah kesempatan emas, di mana memungkinkan ia untuk mencairkan asetnya dan dengan mudah mentransfer aset sensitif ini ke perusahaan AS, sekaligus meredakan “kemarahan” Trump.

Namun, Xi Jinping turun tangan. PKT menggunakan pengawasan antimonopoli sebagai “senjata” untuk menghalangi transaksi tersebut selama 10 bulan penuh. Syarat-syaratnya sangat menindas: Menghendaki COSCO Shipping, sebuah perusahaan milik negara yang dikendalikan langsung oleh Dewan Negara, yang harus mengakuisisi saham mayoritas. Singkatnya, PKT ingin menggunakan kesepakatan ini untuk mengalihkan hak kendali pelabuhan di kedua ujung Terusan Panama dari tangan Li Ka-shing, seorang warga sipil yang dijadikan “orang suruhan,” kepada “tim nasional” PKT.

PKT mengira bahwa memegang hak operasi pelabuhan akan memungkinkan mereka untuk menantang Trump. Tetapi apa yang terjadi? Dengan mediasi pemerintah AS, Mahkamah Agung Panama langsung mengeluarkan putusan: kontrak yang diberikan kepada Li Ka-shing dan Hutchison Whampoa untuk mengoperasikan pelabuhan di kedua ujung terusan melanggar Konstitusi Panama dan oleh karena itu dinyatakan tidak sah!

Keputusan tersebut membuat PKT benar-benar tercengang. Bagaimana dengan peninjauan antimonopoli? Bagaimana dengan COSCO Holdings? Semuanya berubah menjadi kertas yang tidak berharga. 

Nasib Li Ka-shing bahkan lebih buruk. Semestinya ia bisa meraup kekayaan lebih dari USD 20 miliar dan kemudian menarik diri, tetapi sekarang bukan hanya uangnya yang hilang, tetapi dua pelabuhan telah diambil kembali dan sedang bersiap untuk ditender ulang. Hutchison Whampoa bahkan menghadapi investigasi audit yang mengungkapkan penyimpangan senilai USD 1,5 miliar dan denda yang sangat besar. Ini adalah kasus klasik “menolak yang mudah berarti memilih cara sulit,” yang pada akhirnya kehilangan segalanya.

Banyak orang bertanya, dari mana keberanian Panama, sebuah negara kecil untuk bersikap begitu keras terhadap PKT? Sederhana saja: Panama memiliki dukungan pemerintahan Trump. Ingat pernyataan kampanye pemilihan Trump bahwa PKT secara efektif mengendalikan Terusan Panama, mengancam keamanan nasional AS, dan dia berjanji untuk merebutnya kembali. Sekarang, Trump benar-benar telah mengambil tindakan.

Kekuatan terbesar bagi PKT dalam mempromosikan “Inisiatif Sabuk dan Jalan” di luar negeri adalah melakukan kolusi dengan para elit lokal, beroperasi secara rahasia, dan menandatangani perjanjian konsesi jangka panjang yang tidak transparan. PKT percaya bahwa selama ia mendapatkan dukungan dari pihak berwenang lokal, maka ia dapat membangun pijakan di sana. Namun, PKT mengabaikan fakta bahwa di banyak negara pasar berkembang, sistem peradilan dapat independen dari sistem eksekutif. Pada November 2023, kontrak konsesi 20 tahun untuk tambang tembaga Kanada di Panama dibatalkan oleh pengadilan yang sama dengan tuduhan tidak konstitusional. Sekarang giliran PKT.

Faktanya, tekad rakyat Panama sudah terlihat sebulan sebelumnya: pada akhir tahun lalu, “Monumen Persahabatan Tiongkok-Panama” disingkirkan oleh pemda di Panama tanpa peringatan terlebih dahulu. Di bawah tekanan dari AS, presiden Panama secara terbuka berjanji untuk tidak memperbarui perjanjian apa pun yang terkait dengan proyek-proyek usungan Sabuk dan Jalan PKT. 

Sementara itu, miliaran dolar yang sebelumnya dipinjamkan PKT kepada pemerintah Maduro di Venezuela, yang dimaksudkan sebagai imbalan atas pasokan minyak jangka panjang, hingga kini menjadi macet tak terlunasi. 

Namun, rezim Venezuela saat ini baru saja mengumumkan bahwa mereka tidak mengakui utang luar negeri pemerintah Maduro. Tampaknya PKT lagi-lagi menggunakan uang hasil jerih payah rakyat Tiongkok untuk menggelar tontonan menghambur-hamburkan uang rakyat. Ini juga menandakan kebangkrutan total dari “diplomasi dolar” PKT di Benua Amerika.

Strategi Trump sangat jelas: versi modern dari “Doktrin Monroe”, yaitu tidak akan mengizinkan kekuatan musuh untuk menyusup ke “halaman belakang” AS. Terusan Panama, arteri vital yang menghubungkan Samudra Atlantik dan Pasifik, menangani sekitar 40% lalu lintas kapal kontainer AS dan 70% impor dan ekspornya. Jika jatuh ke tangan PKT, rantai pasokan AS dapat dipersenjatai kapan saja, dan sejumlah besar intelijen militer dan ekonomi AS dapat bocor.

Beberapa netizen yang menguasai geomansi dan feng shui telah menyamakan Terusan Panama dengan mutiara naga yang menghubungkan dua samudra, sedangkan PKT dan AS diibaratkan dengan dua naga yang bermain dan merebut mutiara. Siapa pun yang mengendalikan Terusan Panama nantinya akan menikmati kemakmuran yang berkelanjutan, sementara yang lain akan mengalami kemunduran.

Ancaman Aksi Militer Rubio terhadap Venezuela telah Meruntuhkan Inisiatif Sabuk dan Jalan PKT di Amerika Selatan

Sejak menjabat, Trump diam-diam telah berupaya mencapai tujuan yang ia kampanyekan dalam pemilu. Sejak awal tahun, tindakannya cepat dan tegas: Ia berhasil menangkap Maduro, merebut kendali pemerintahan Venezuela dan memutus pasokan minyak berkualitas tinggi dan murah kepada PKT. Pada akhir  Januari, kaki tangan PKT diusir dari Terusan Panama. 

Selanjutnya giliran Kuba, tempat pangkalan intelijen PKT berada. Ini adalah serangkaian langkah terkoordinasi Trump yang bertujuan untuk mencabut “lingkup pengaruh” yang telah dipupuk PKT di Benua Amerika selama beberapa dekade terakhir.

Beberapa orang mungkin bertanya-tanya, bagaimana Anda tahu AS menargetkan PKT dalam hal Venezuela? Dalam dua hari terakhir, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio secara blak-blakan mengungkapkan bahwa minyak Venezuela telah lama diberikan kepada PKT dengan harga diskon USD $20 per barel. Ini adalah perampokan terang-terangan terhadap rakyat Venezuela. Menurut data yang tercatat bahwa pada tahun 2025, Venezuela akan mengekspor 642.000 barel minyak per hari ke PKT!

Rubio langsung mengeluarkan peringatan keras: jika rezim Venezuela saat ini tidak segera mematuhi semua arahan AS, AS siap menggunakan kekerasan lagi.

Selama ini PKT selalu percaya bahwa dengan mengendalikan sumber daya dan pelabuhan, ia berkesempatan untuk mencekik AS dalam permainan geopolitik di masa mendatang. PKT telah mempersenjatai investasi komersial dan mempolitisasi tinjauan antimonopoli. Selama 10 bulan menghalangi akuisisi pelabuhan Terusan Panama oleh perusahaan AS, PKT merasa memiliki alat tawar menawar untuk memaksa AS melakukan konsesi.

Tetapi mereka tidak menyangka bahwa Trump akan sepenuhnya mengabaikan taktik politisasi perdagangan ini. Pemerintahan Trump secara langsung mendorong perubahan logika yang mendasarinya. Karena kontrak tersebut ditandatangani dengan pejabat korup, pemerintah langsung menyatakan kontrak tersebut tidak konstitusional. Ini adalah “Dimension reduction strike” (serangan dengan pengurangan dimensi).

PKT telah lama membangun kehadirannya di Belahan Barat, menciptakan banyak pelabuhan dan lumbung. Namun, struktur “Inisiatif Sabuk dan Jalan” yang dibangun di atas korupsi dan kontrak yang tidak transparan, akan mulai runtuh begitu terungkap. Dengan keterlibatan pemerintahan Trump, kecepatan keruntuhannya akan melebihi ekspektasi semua orang.

Perubahan dramatis di Terusan Panama menandai disintegrasi tatanan lama dan kedatangan era baru. “Masa-masa indah” Partai Komunis Tiongkok di Benua Amerika benar-benar telah berakhir. (sin)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketika Pikiran Tolol Mengklaim Dirinya sebagai Perasaan
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Menkes Bakal Tegur Rumah Sakit yang Tolak Pasien BPJS PBI Nonaktif Pengidap Katastropik
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Penyesalan Bojan Hodak! Akui Persib Bandung Kalah Duel Lini Tengah saat Hadapi Ratchaburi
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Penahanan Bahar bin Smith Ditangguhkan, Kuasa Hukum Ajukan Restorative Justice
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Trump Tolak Rencana Aneksasi Tepi Barat
• 21 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.