BANDA ACEH, KOMPAS.TV - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh memperkirakan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Perkiraan ini didasarkan pada hasil perhitungan falakiyah yang menunjukkan posisi hilal masih berada di bawah ufuk pada 17 Februari 2026.
"Berdasarkan data Tim Falakiyah, 1 Ramadan tahun ini diperkirakan jatuh pada Kamis 19 Februari 2026," kata Kepala Kanwil Kemenag Aceh Azhari di Banda Aceh, Rabu malam (11/2/2026) mengutip Antara.
Meski secara hisab posisi hilal sudah dapat dihitung, Azhari menegaskan bahwa rukyatulhilal tetap menjadi dasar penentuan awal bulan hijriah, termasuk Ramadan. Pemantauan tersebut rutin dilakukan setiap tanggal 29 bulan berjalan.
Namun, pada 29 Syaban 1447 Hijriah, posisi hilal dipastikan masih berada di bawah horizon sehingga tidak mungkin teramati.
Baca Juga: Daftar Harga Pangan Kamis 12 Februari 2026, Daging Sapi Tembus Rp143.400 per Kg
Keputusan resmi awal Ramadan tetap menunggu pengumuman Menteri Agama. Sidang isbat dijadwalkan berlangsung dan disiarkan langsung pada 17 Februari 2026 pukul 19.00 WIB.
Data Astronomis: Ijtima Terjadi Setelah Matahari Terbenam
Ketua Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Alfirdaus Putra, memaparkan bahwa ijtima awal Ramadan 1447 Hijriah terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, bertepatan dengan 29 Syaban 1447 H, pukul 19.01.07 WIB.
Karena ijtima berlangsung setelah matahari terbenam, hilal dipastikan masih berada di bawah ufuk.
Secara rinci:
- Matahari terbenam pukul 18.52 WIB dengan azimut 258 derajat
- Bulan telah terbenam lebih dahulu pukul 18.48 WIB dengan azimut 257 derajat
- Di markaz rukyat Aceh, Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang, Lhoknga, Aceh Besar, posisi hilal saat matahari terbenam berada di minus 0,97 derajat dengan elongasi 0,93 derajat.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- awal ramadhan 2026
- 1 ramadhan 1447 hijriah
- hilal di bawah ufuk
- sidang isbat 2026
- kemenag aceh
- rukyatulhilal





