Suasana berbeda tampak di Kelenteng Fuk Ling Miau, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Kamis (12/2) pagi. Para warga datang untuk bersih-bersih kelenteng jelang Imlek yang jatuh pada 17 Februari 2026.
Warga yang datang ini beraneka ragam latar belakang dan agama. Mereka bergotong royong membersihkan kelenteng bersama-sama.
Mulai dari halaman, bagian dalam kelenteng, hingga ruang-ruang sembahyang. Mereka tampak kompak.
"Kita selalu ingin menjaga Yogya yang istimewa, nggih. Jadi karena pada dasarnya semua orang adalah saudara dalam kemanusiaan, kita selalu dengungkan," kata koordinator aksi Swastika Tri Purwanto ditemui di sela-sela acara.
Komunitas yang hadir yakni Jogja Bersih Satset, Komunitas Lintas Iman, dan Foreder atau Forum Relawan Demokrasi.
Swastika mengatakan selain fokus bersih-bersih lingkungan. Tujuan aksi ini adalah menjaga toleransi secara nyata.
"Upayakan terus-menerus supaya toleransi itu tidak hanya sekadar jargon tapi kita buktikan dalam tindakan nyata," katanya.
Menurutnya warga yang terlibat ini sekitar 100-an orang.
"Kita gunakan semua daya upaya kita, relawan-relawan kita kerahkan supaya bisa membersihkan ini, supaya saudara kita yang akan merayakan Imlek akan menjadi lebih nyaman," ujarnya.
Tak hanya di kelenteng, aksi serupa juga sempat dilakukan di gereja ketika menjelang Natal. Demikian pula di pura hingga masjid ketika jelang hari raya.
Tommy dari Komunitas Foreder mengatakan sudah tiga kali ikut aksi bersih-bersih seperti ini.
"Sebelum-sebelumnya (tahun sebelum dirinya ikut) sudah ada juga dari komunitas-komunitas, relawan Yogya juga (yang aksi bersih)," kata Tommy.
"Nuwun sewu ini tidak bayaran. Relawan ini, semua sukarela," katanya.
Kerja sama antarwarga dengan berbagai latar belakang ini menurut Tommy berjalan baik. Rencananya bersih-bersih akan dilakukan dua shift.
"Rencana sampai jam 17.00 WIB. Hari ini bersih total semua," katanya.
Sementara itu Handi (26 tahun) dari Tegal, Jawa Tengah datang ke Kelenteng Fuk Ling Miau untuk sembahyang. Begitu tahu sedang ada aksi bersih-bersih dia pun ikut bergabung.
"Saya sebetulnya nggak tahu ada acara bersih-bersih. Ini momen bagus sekali, hari ini kita bersih-bersih bersama untuk menyambut Tahun Kuda Api," kata Handi.
Dia berharap di tahun baru nanti segalanya menjadi lebih baik dari sebelumnya.
"Lebih baik lagi karier kita, usaha kita, rezeki kita, semuanya bisa dimudahkan diberikan kelancaran," bebernya.
Bersih-bersih kelenteng jelang Imlek memiliki makna menurut Handi.
"Kita membersihkan hati kita, membersihkan perilaku kita yang di tahun yang lalu yang sempat kita melakukan kesalahan atau kekeliruan kita bisa membina diri dan memperbaharui diri di tahun yang akan datang," pungkasnya.





