Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya menerima kedatangan Rektor Universitas Indonesia Heri Hermansyah di Kantor Sekretariat Kabinet, pada Senin (9/2).
Dalam pertemuan tersebut keduanya membahas upaya peningkatan daya saing perguruan tinggi Indonesia di tingkat global.
"Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk mendorong peningkatan peringkat universitas dalam negeri melalui penguatan kualitas pendidikan, riset, serta kerja sama dengan universitas ternama dunia, termasuk dengan perguruan tinggi di Inggris Raya," tulis Teddy dalam unggahan akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet dikutip Kamis (12/2).
Selain itu, Teddy menjelaskan, Heri juga memaparkan capaian Universitas Indonesia, salah satunya keberhasilan menembus peringkat 189 dunia dalam QS World University Rankings 2026, naik dari posisi 206 pada tahun sebelumnya.
"Capaian ini mengukuhkan posisi Ul sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia sekaligus memperkuat daya saingnya di kawasan Asia Tenggara," ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Teddy juga menyampaikan arahan Presiden agar Ul terus meningkatkan kinerja indikator kualitas riset serta reputasi lulusan di pasar kerja global.
"Guna memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional," terang dia.
Bahas Teknologi Pengelolaan Sampah dengan Rektor UNDIPSehari setelahnya, Teddy kemudian menerima Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Suharnomo di kantor Sekretariat Kabinet, Selasa (10/2).
Dalam pertemuan tersebut keduanya membahas mengenai program Undip yang berkomitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dengan memperkuat program nol sampah di seluruh area kampus.
"Salah satu kampus terbesar di Indonesia ini menerapkan sistem pengelolaan sampah inovatif yang mengolah limbah menjadi solar, sehingga limbah organik dan non-organik diubah menjadi energi yang bermanfaat," kata Teddy.
Dengan strategi itu, Teddy menilai Undip berhasil memastikan tidak ada sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di luar kampus, sekaligus memberikan contoh pengelolaan lingkungan yang modern dan berkelanjutan.
"Langkah ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi dan kesadaran lingkungan bisa berjalan seiring demi menciptakan kampus yang bersih, hijau, dan produktif," tandas dia.





