Lantai Penuh Bercak Hitam, Apartemen “Finishing Mewah” di Henan, Tiongkok Berubah Jadi “Rumah Berjamur”

erabaru.net
8 jam lalu
Cover Berita

Belakangan ini, warga sebuah kompleks perumahan di Zhengzhou, Henan, Tiongkok mengeluhkan bahwa apartemen “finishing mewah” yang dibeli seharga lebih dari satu juta yuan ternyata bagian bawah lantainya dipenuhi jamur hitam. Di dalam rumah tercium bau jamur yang sangat menyengat, bahkan ada anak kecil yang jatuh sakit pneumonia akibatnya. Namun, sikap pengembang dalam menangani masalah ini dinilai asal-asalan, sehingga para pemilik rumah kesulitan menuntut hak mereka.

EtIndonesia. Menurut laporan media daratan Tiongkok pada 9 Februari, seorang pemilik rumah di Kompleks Poly Heguang Yuhu Yiyuan, Zona Teknologi Tinggi Zhengzhou, mengadu bahwa pada tahun 2024 ia membeli sebuah apartemen “finishing mewah” di kompleks tersebut dengan harga lebih dari satu juta yuan. Sejak Oktober 2025, warga mulai merasakan bau jamur yang terus-menerus di rumah mereka, namun tidak mengetahui penyebabnya.

Hingga suatu hari, seorang balita berusia 3 tahun di kompleks tersebut harus dirawat di rumah sakit karena infeksi paru-paru yang serius. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa penyakit tersebut berkaitan dengan jamur. 

Seorang tetangga kemudian membongkar lantai kayu di kamar tidurnya dan mendapati bahwa bagian bawah lantai dipenuhi bercak-bercak jamur hitam. Setelah kabar ini menyebar di grup pemilik rumah, semakin banyak warga yang melakukan pemeriksaan sendiri.

Pemilik rumah tersebut menjelaskan bahwa kondisi jamur sangat parah. Tidak hanya di bawah lapisan lantai kayu paling atas terdapat bercak jamur hitam, di antara lantai kayu dan lantai beton juga terdapat satu lapisan papan (disebut “papan alur”). Setelah lapisan tengah ini dibongkar, bau dan kerusakan akibat jamur jauh lebih parah. Beberapa penghuni awalnya tidak menemukan jamur saat membuka lapisan pertama, namun setelah membongkar lapisan di bawahnya, barulah terlihat bahwa bagian dalam sudah lama berjamur.

Ia juga mengatakan bahwa bau di dalam ruangan sangat menyengat. Beberapa tetangga yang berusia lebih tua merasa tidak enak badan selama beberapa hari setelah masuk ke rumah tersebut, mengalami pusing, batuk, dan rasa tidak nyaman di paru-paru. Bahkan, di beberapa rumah ditemukan serangga.

Setelah para pemilik rumah mengajukan keluhan, petugas pemeliharaan dari pengembang, Zhengzhou Zhanli Real Estate Co., Ltd., melakukan pemeriksaan dan menemukan lebih dari 600 unit “rumah berjamur”. Namun, mereka hanya mengakui sekitar 200 unit sebagai “jamur parah” (yakni area berjamur melebihi sepertiga luas lantai), dan menyatakan hanya akan menangani unit-unit tersebut, sementara sisanya diabaikan.

Sebagian pemilik rumah kemudian mencari gambar rancangan bangunan dan memeriksanya ke arsip, lalu menemukan dugaan ketidaksesuaian antara gambar desain dan konstruksi aktual. Berdasarkan gambar, lapisan tengah seharusnya diisi dengan semen, tetapi pada kenyataannya digunakan material lain. Para pemilik rumah pun mencurigai pengembang melakukan pengurangan kualitas bahan bangunan.

Pihak Zhengzhou Zhanli Real Estate menjelaskan bahwa masalah ini disebabkan oleh pemanas lantai pada tahun pertama yang menimbulkan “kelembaban balik” dan menghasilkan air kondensasi. Namun, para pemilik rumah membantah alasan tersebut, karena banyak ruangan yang tidak pernah menyalakan pemanas, bahkan belum pernah dihuni, tetapi tetap mengalami jamur parah.

Pemilik rumah tersebut mengatakan bahwa banyak penghuni tidak berani tinggal di apartemen itu dan terpaksa menyewa tempat lain atau tinggal di hotel. Hingga kini, masalah tersebut belum terselesaikan, dan banyak pemilik rumah masih belum bisa kembali ke rumah mereka sendiri.

Warganet berkomentar, “Di satu sisi masih harus membayar cicilan KPR, di sisi lain sudah mulai jatuh sakit dan masuk rumah sakit.” (Hui)

Penanggung jawab redaksi: Wang Hong


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komitmen Bersama BRIN, ICMI, dan DAFI School Perkuat Budaya Riset di Sekolah
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Realisasi Anggaran MBG Rp60 Triliun Dorong Pertumbuhan Ekonomi Q1 2026
• 9 jam laludisway.id
thumb
Pemkab Luwu dan Masmindo Dwi Area Serahkan Fasilitas Pengolahan Nilam, Perkuat Usaha dan Peluang Kerja Masyarakat
• 5 jam laluharianfajar
thumb
PKB Bantah Manuver 2029, PSI Sebut Telunjuk Jokowi Masih Sakti | SATU MEJA
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Profil Iwa K, Rapper yang Dituduh Jadi Ayah Kandung Ressa Gegara Bentuk Telinga, Terungkap Hubungan Asli dengan Denada
• 16 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.