Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews - Aceh
Hampir seluruh ruas jalan utama di Serambi Mekkah kini fungsional, mempercepat pemulihan ekonomi dan distribusi bantuan di wilayah terdampak.
Upaya pemulihan infrastruktur di Provinsi Aceh menunjukkan kemajuan signifikan memasuki bulan kedua tahun 2026.
Pemerintah melaporkan bahwa jaringan transportasi darat yang sempat lumpuh total akibat banjir dan tanah longsor pada November 2025 kini hampir sepenuhnya terhubung kembali.
Berdasarkan laporan terkini per Kamis 12 Februari 2026 jalur utama yang menghubungkan Kota Banda Aceh hingga Meureudu telah beroperasi secara fungsional untuk semua jenis kendaraan. Pencapaian ini menandai titik balik penting bagi mobilitas warga dan distribusi logistik di sepanjang pesisir utara dan timur Aceh.
Konektivitas Wilayah Terisolasi
Salah satu tantangan terberat dalam masa pemulihan ini adalah kerusakan jembatan. Jembatan Krueng Meureudu, yang opritnya sempat runtuh, kini telah rampung diperbaiki melalui metode penimbunan strategis. Sementara itu, di lintasan Bireuen menuju Bener Meriah, penggunaan jembatan darurat (Bailey) menjadi solusi cepat untuk menyambungkan kembali akses yang sempat terputus.
"Wilayah-wilayah yang sebelumnya terisolasi kini terbuka satu per satu. Fokus kami adalah memastikan roda perekonomian kembali berputar melalui akses jalan yang stabil,"
Tantangan Geografis dan Cuaca
Meski progres berjalan masif, kondisi geografis Aceh yang rawan longsor tetap menjadi tantangan dinamis bagi tim di lapangan.
Jalur Blangkejeren menuju batas Aceh Tenggara, misalnya, sempat mengalami longsor susulan pada awal Januari lalu. Namun, berkat penanganan tanggap darurat, jalur tersebut berhasil dibuka kembali hanya dalam hitungan hari.
Di wilayah tengah, tepatnya pada ruas Takengon, lima dari tujuh jembatan utama yang rusak kini sudah bisa dilalui, termasuk Jembatan Alue Kulus dan Timang Gajah. Untuk menghindari area jembatan Titi Merah yang masih dalam perbaikan permanen, otoritas setempat mengalihkan arus lalu lintas melalui jalur alternatif di wilayah Angkup.
Pembersihan Sedimen dan Perbaikan Jembatan
Selain perbaikan struktur, pembersihan sisa-sisa material bencana menjadi prioritas di jalur timur. Ruas jalan Lhokseumawe hingga Kota Langsa dilaporkan sudah bersih dari sedimen banjir sejak akhir tahun lalu. Saat ini, perhatian teknis dialihkan pada perbaikan permanen Jembatan Ulee Langa serta penggantian Jembatan Pante Dona di Kabupaten Aceh Tenggara.
Dengan terhubungnya kembali akses dari Aceh hingga batas Provinsi Sumatera Utara, aktivitas perdagangan lintas provinsi diharapkan dapat segera kembali ke level normal sebelum bencana melanda.
Editor: Redaktur TVRINews




