Aceh Pulihkan Jalur Logistik Pasca-Banjir Besar 2025

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Redaksi TVRINews

TVRINews - Aceh

 Hampir seluruh ruas jalan utama di Serambi Mekkah kini fungsional, mempercepat pemulihan ekonomi dan distribusi bantuan di wilayah terdampak.

Upaya pemulihan infrastruktur di Provinsi Aceh menunjukkan kemajuan signifikan memasuki bulan kedua tahun 2026. 

Pemerintah melaporkan bahwa jaringan transportasi darat yang sempat lumpuh total akibat banjir dan tanah longsor pada November 2025 kini hampir sepenuhnya terhubung kembali.

Berdasarkan laporan terkini per Kamis 12 Februari 2026 jalur utama yang menghubungkan Kota Banda Aceh hingga Meureudu telah beroperasi secara fungsional untuk semua jenis kendaraan. Pencapaian ini menandai titik balik penting bagi mobilitas warga dan distribusi logistik di sepanjang pesisir utara dan timur Aceh.

 Konektivitas Wilayah Terisolasi

Salah satu tantangan terberat dalam masa pemulihan ini adalah kerusakan jembatan. Jembatan Krueng Meureudu, yang opritnya sempat runtuh, kini telah rampung diperbaiki melalui metode penimbunan strategis. Sementara itu, di lintasan Bireuen menuju Bener Meriah, penggunaan jembatan darurat (Bailey) menjadi solusi cepat untuk menyambungkan kembali akses yang sempat terputus.

"Wilayah-wilayah yang sebelumnya terisolasi kini terbuka satu per satu. Fokus kami adalah memastikan roda perekonomian kembali berputar melalui akses jalan yang stabil," 

 Tantangan Geografis dan Cuaca

Meski progres berjalan masif, kondisi geografis Aceh yang rawan longsor tetap menjadi tantangan dinamis bagi tim di lapangan. 

Jalur Blangkejeren menuju batas Aceh Tenggara, misalnya, sempat mengalami longsor susulan pada awal Januari lalu. Namun, berkat penanganan tanggap darurat, jalur tersebut berhasil dibuka kembali hanya dalam hitungan hari.

Di wilayah tengah, tepatnya pada ruas Takengon, lima dari tujuh jembatan utama yang rusak kini sudah bisa dilalui, termasuk Jembatan Alue Kulus dan Timang Gajah. Untuk menghindari area jembatan Titi Merah yang masih dalam perbaikan permanen, otoritas setempat mengalihkan arus lalu lintas melalui jalur alternatif di wilayah Angkup.

Pembersihan Sedimen dan Perbaikan Jembatan

Selain perbaikan struktur, pembersihan sisa-sisa material bencana menjadi prioritas di jalur timur. Ruas jalan Lhokseumawe hingga Kota Langsa dilaporkan sudah bersih dari sedimen banjir sejak akhir tahun lalu. Saat ini, perhatian teknis dialihkan pada perbaikan permanen Jembatan Ulee Langa serta penggantian Jembatan Pante Dona di Kabupaten Aceh Tenggara.

Dengan terhubungnya kembali akses dari Aceh hingga batas Provinsi Sumatera Utara, aktivitas perdagangan lintas provinsi diharapkan dapat segera kembali ke level normal sebelum bencana melanda.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Donald Trump Mengundang Gubernur Demokrat ke Gedung Putih, Dua Nama Dikecualikan dan Picu Polemik Bipartisan
• 4 menit lalupantau.com
thumb
Pemegang Kontrak PKP2B Generasi I dan BUMN Tak Kena Pangkas RKAB Batu Bara
• 39 menit lalukatadata.co.id
thumb
Jokowi Usai Diperiksa Polisi soal Isu Ijazah Palsu: Pemeriksaan Tambahan
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Daging Sapi di Pasar Kramat Jati Naik Jelang Ramadhan, Pembeli Sepi
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Sudah Banjir Lagi, Bupati Tapteng Ungkap Pemulihan Pascabencana Tahun Lalu Belum Tuntas
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.