BPJS Ketenagakerjaan Bangun Labschool di Jakarta Barat

bisnis.com
23 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - BPJS Ketenagakerjaan melalui anak usahanya, PT Sinergi Investasi Properti (SIP), menjalin kerja sama strategis dengan PT Didaktika Mitra Solusi untuk membangun Labschool di kawasan Joglo, Jakarta Barat. Pembangunan ini menjadi bagian dari komitmen investasi langsung yang tidak hanya berorientasi pada imbal hasil, tetapi juga pada dampak sosial berkelanjutan.

Sekolah yang dibangun di atas lahan seluas tiga hektar tersebut dirancang sebagai institusi pendidikan unggulan yang mendorong terciptanya ekosistem pendidikan berkualitas, inklusif, dan berorientasi masa depan. Inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

Direktur Pengembangan Investasi BPJS Ketenagakerjaan, Edwin Ridwan, menyampaikan bahwa investasi di sektor pendidikan merupakan bentuk komitmen jangka panjang institusi dalam mendukung kemajuan bangsa.

“Kami menyambut baik dimulainya kerja sama investasi pembangunan Labschool Joglo ini. Bagi kami, investasi tidak semata dimaknai sebagai penguatan nilai finansial, tetapi juga sebagai upaya menciptakan dampak jangka panjang yang berkelanjutan, khususnya melalui pengembangan sektor pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Edwin dalam keterangan tertulisnya.

Pencanangan pembangunan dilakukan secara resmi pada Rabu (11/2) oleh Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Agung Nugroho, bersama Direktur PT Didaktika Mitra Solusi, Asdineri Ruslim. Proyek ini ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada tahun 2027.


Dalam sambutannya, Asdineri Ruslim meyakini kehadiran Labschool Joglo akan mendorong pemerataan kualitas pendidikan di wilayah Jakarta Barat dan sekitarnya.

“Kami optimistis berdirinya sekolah berkualitas seperti Labschool akan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar dan menjadi pusat pendidikan unggulan di kawasan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Agung Nugroho menegaskan pentingnya optimalisasi dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan melalui investasi langsung yang tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential), tata kelola yang baik, serta kebermanfaatan bagi peserta dan masyarakat luas.

“Saat ini BPJS Ketenagakerjaan mengelola dana pekerja Indonesia sekitar Rp900 triliun. Potensi investasi langsung sebesar 5 persen atau sekitar Rp45 triliun memiliki peluang besar untuk dioptimalkan sehingga tidak hanya memberikan imbal hasil yang sehat, tetapi juga menghadirkan kemanfaatan nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Melalui kolaborasi ini, BPJS Ketenagakerjaan menegaskan perannya tidak hanya sebagai pengelola dana jaminan sosial ketenagakerjaan, tetapi juga sebagai institusi yang berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional, khususnya di bidang pendidikan dan penguatan kualitas SDM Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bursa Asia Lesu Imbas Mencuatnya Kekhawatiran AI di AS
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Tinggalkan Kemenkeu, Ini Jabatan Masyita Crystallin di Danantara
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Jalan Rusak di Jakarta Picu Puluhan Kecelakaan di Awal 2026, Mau Sampai Kapan?
• 2 menit lalukompas.com
thumb
Menteri Dody Kerahkan 57 Alat Berat Pulihkan Akses Trans Papua
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Kuota Mudik Gratis Pemprov DKI Capai 26 Ribu, 661 Bus Akan Disediakan
• 3 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.