Grid.ID - Korlantas Polri menyiapkan sejumlah ruas tol fungsional untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik Lebaran 2026. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pemanfaatan Japek (Jakarta-Cikampek) 2 Selatan dari Sadang hingga Setu/Burangkeng.
Kasubagdalops Bagops Korlantas Polri, AKBP Renaldi Oktavian, mengatakan penambahan ruas ini menjadi bagian dari evaluasi pengamanan mudik tahun sebelumnya. Tol fungsional dinilai mampu membantu mengurai beban kendaraan di ruas-ruas utama.
“Tahun ini ada beberapa tambahan titik krusial seperti pemanfaatan tol-tol fungsional yang nanti juga akan ditampilkan oleh Google,” ujar AKBP Renaldi saat ditemui di Kantor Google Indonesia, Kamis (12/2/2026).
Ia menjelaskan, Japek 2 Selatan diharapkan dapat mengurangi kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek yang selama ini menjadi salah satu titik rawan macet saat musim mudik. Selain itu, beberapa ruas fungsional di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur juga disiapkan.
Renaldi menegaskan bahwa pengaturan lalu lintas tetap akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Skema rekayasa seperti one way dan contra flow tetap menjadi opsi jika terjadi lonjakan volume kendaraan.
Selain jalur tol, jalur arteri juga menjadi perhatian dalam skenario pengamanan tahun ini. Ketika rekayasa one way diterapkan, sebagian kendaraan akan dialihkan ke jalur arteri.
“Kita sudah menurunkan tim kolaborasi dengan stakeholder lain baik di tol maupun arteri,” kata Renaldi.
Menurutnya, jalur arteri memiliki peran penting karena menjadi jalur alternatif saat pembatasan diberlakukan di jalan tol. Oleh karena itu, pemantauan dilakukan melalui sistem CCTV untuk menghitung dan mengawasi pergerakan kendaraan.
Dalam mendukung pengawasan tersebut, Google Indonesia turut memperbarui data dan visualisasi rute di Google Maps. Informasi terkait tol fungsional dan rekayasa lalu lintas akan ditampilkan secara real-time.
Strategic Partner Development Manager Google Maps, Richard Darsono, mengatakan kolaborasi ini telah berjalan selama lima tahun terakhir. Pihaknya berkomitmen menyajikan informasi akurat bagi para pemudik.
“Kami bekerja sama dengan Korlantas dan Jasa Marga untuk memastikan informasi rute, termasuk tol fungsional dan rekayasa lalu lintas, bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat,” ujar Richard.
Dengan integrasi data tersebut, masyarakat diharapkan dapat memilih rute perjalanan yang lebih efektif. Perencanaan yang matang diyakini mampu mengurangi risiko penumpukan kendaraan di satu titik.
Korlantas pun mengimbau masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada satu jalur utama. Pemudik diminta aktif memantau informasi terbaru sebelum dan selama perjalanan.
Melalui pemanfaatan tol fungsional serta dukungan teknologi digital, arus mudik 2026 diharapkan lebih terkendali. Upaya ini menjadi bagian dari strategi besar untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar.(*)
Artikel Asli



