Ini Alasan Danantara Tunda IPO BUMN, Mau Bersih-bersih Dulu!

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara memprioritaskan agenda bersih-bersih di perusahaan pelat merah sebelum membawa perusahaan IPO go public.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan saat ini pihaknya memilih untuk memprioritaskan penyelesaian 41 rencana kerja strategis, mencakup merger, restrukturisasi hingga penataan aset sebelum membawa BUMN melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) lewat penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). 

“Jadi mudah-mudahan tahun 2027, kami akan mulai melakukan proses IPO terhadap perusahaan-perusahaan kita,” ujarnya di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Dony menjelaskan setiap BUMN harus melewati empat tahapan evaluasi sebelum diputuskan untuk go public IPO. Proses ini dimulai dari tinjauan fundamental bisnis, diikuti konsolidasi bisnis seperti merger ataupun restrukturisasi.

Baca Juga : Holding BUMN Galangan Kapal, Danantara Targetkan Rampung Semester I/2026

Selanjutnya, perusahaan negara akan memasuki tahap penulisan ulang model bisnis, sebelum akhirnya masuk ke fase penciptaan nilai atau value creation. 

“Memang untuk tahun ini kita belum ada [IPO] yang akan kami lakukan,” ucap Dony yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengaturan BUMN.

Keputusan Danantara Indonesia untuk meniadakan aksi penawaran umum perdana saham (IPO) dari entitas BUMN sepanjang 2026 diprediksi mengubah konstelasi penghimpunan dana di pasar modal domestik.

Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT) Hari Rachmansya  menilai bahwa absennya perusahaan pelat merah akan membuat target fundraising Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi lebih menantang. 

Hal tersebut mengingat bahwa secara historis, IPO BUMN berskala besar kerap menjadi anchor deal yang menarik partisipasi investor institusi global.

Tanpa adanya pipeline dari perusahaan negara, komposisi penawaran umum 2026 akan didominasi oleh sektor swasta yang secara rata-rata memiliki ukuran emisi lebih kecil. Namun, Hari melihat dampak terhadap likuiditas pasar sekunder tidak sepenuhnya negatif jika dibarengi efektivitas kebijakan lain. 

“Jika kebijakan peningkatan minimum free float ke 15% berjalan efektif, maka pasokan saham beredar di pasar meningkat dan depth market serta nilai transaksi harian berpotensi naik,” ujar Hari kepada Bisnis, Kamis (12/2/2026).

Dia menambahkan distribusi kepemilikan yang lebih merata melalui aturan free float tersebut juga dapat membuat volatilitas pasar menjadi lebih terkontrol.

Terkait minat investor asing, Hari berpendapat bahwa ketiadaan IPO BUMN tidak serta-merta menurunkan daya tarik pasar saham Indonesia. 

Menurutnya, aliran dana asing atau foreign flow mayoritas berasal dari institutional long-only fundsyang lebih fokus pada saham berkapitalisasi besar yang sudah tercatat dan memiliki stabilitas fundamental.

Bank Mandiri (Persero) Tbk. - TradingView

Dia menjelaskan bahwa investor global juga cenderung lebih selektif dan defensif, terutama dengan memperhatikan indikator stabilitas makro seperti inflasi, suku bunga, dan nilai tukar, serta rekam jejak tata kelola perusahaan. 

“Investor asing cenderung masuk pada emiten yang sudah listing dan memiliki visibility earningsyang baik, bukan semata-mata pada IPO baru,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Hari menyatakan bahwa agar rencana IPO BUMN pada 2027 mendatang dapat menarik minat investor institusi, terdapat sejumlah indikator fundamental yang harus diperkuat selama masa konsolidasi saat ini. Beberapa di antaranya meliputi profitabilitas, efisiensi, serta disiplin alokasi modal.

Menurutnya, investor institusi tidak hanya membeli narasi transformasi, melainkan kualitas pendapatan dan tata kelola. Jika restrukturisasi yang dilakukan Danantara mampu menghasilkan entitas dengan return on equity (ROE) yang tinggi, potensi valuasi saat IPO nanti justru bisa lebih optimal.

“Potensi valuasi saat IPO justru bisa lebih optimal dibanding memaksakan listing di tengah fase konsolidasi,” pungkas Hari.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Alasan Guru di Jember Telanjangi 22 Muridnya: Murka Uang Mahar Rp 75 Ribu Hilang
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Kontrak Kerja Dosen PPPK Diperpanjang Lagi, Alih Status PNS Batal?
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Guru PPPK Paruh Waktu Tulungagung Digaji Rp 350 Ribu Sebulan, TPP? Wassalam
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Korupsi, Rasionalisasi Gaya Hidup, dan Gagalnya Meritokrasi
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Danantara Kelola PLTSa Samarinda, Proyek Strategis Nasional Resmi Satu Pintu
• 14 jam lalumatamata.com
Berhasil disimpan.