Produksi Baterai Solid-State secara Massal untuk Mobil Listrik Tinggal Tunggu Waktu

wartaekonomi.co.id
19 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah China dijadwalkan bakal merilis standar nasional untuk baterai solid-state pada Juli mendatang.

Mydrivers melaporkan pernyataan Kepala Ilmuwan China Automotive Technology and Research Centre (CATARC) yang menyebutkan produksi massal baterai solid-state diperkirakan bisa dimulai tahun depan.

Berdasarkan laporan tersebut, draf standar telah rampung pada Desember 2025. Saat ini proses konsultasi publik berlangsung hingga akhir Februari 2026. Selama periode tersebut, CATARC melakukan serangkaian uji verifikasi sebelum aturan difinalisasi.

Standar baru itu ditargetkan selesai ditinjau dan disetujui pada April 2026, lalu resmi dirilis pada Juli. Regulasi tersebut akan membedakan secara jelas kategori baterai berbasis cair (liquid), semi-solid, dan sepenuhnya solid-state.

Baca Juga: Beli Mobil Listrik MG di IIMS 2026 Bisa Hemat Hingga Rp100 Juta, Ini Rinciannya

Baterai solid-state dinilai sebagai terobosan dalam industri kendaraan listrik karena memiliki stabilitas termal tinggi dan kepadatan energi yang besar.

Teknologi ini mampu mencapai 300–400 Wh/kg, atau sekitar dua kali lipat dibandingkan baterai lithium iron phosphate (LFP) konvensional.

Berbeda dengan baterai biasa yang menggunakan elektrolit cair untuk menghantarkan ion antara anoda dan katoda, baterai solid-state memanfaatkan material padat berbasis polimer, oksida, atau sulfida.

Dalam penerapannya, MG4 Anxin Edition disebut sebagai mobil produksi pertama yang menggunakan baterai semi-solid state.

Sementara itu, motor listrik Verge TS Pro menjadi kendaraan produksi pertama yang mengadopsi baterai solid-state penuh.

Sejumlah produsen otomotif global juga tengah mengembangkan teknologi ini. Geely dilaporkan sedang mengembangkan baterai solid-state penuh dan diperkirakan akan mengumumkan perkembangan terbarunya tahun ini.

Selain Geely, perusahaan lain yang terlibat dalam pengembangan teknologi tersebut antara lain BYD, Chery, GAC, Dongfeng, FAW, Toyota, Honda, Nissan, Mercedes-Benz, BMW, Ford, Nio, Hyundai, hingga VinFast.

Langkah China menetapkan standar nasional dinilai sebagai upaya mempercepat komersialisasi sekaligus memperjelas arah pengembangan industri baterai generasi berikutnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamensos Ajak Warga Borobudur Mandiri Lewat Pelatihan Kerajinan Eceng Gondok
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Sapuan Banjir di Babakan Madang Bikin Mobil Jadi Speedboat
• 8 jam laludetik.com
thumb
NIK Berlaku Sampai Kapan dan Apakah Bisa Berubah? Simak Penjelasannya
• 9 menit laludetik.com
thumb
Unilever Indonesia Bukukan Penjualan Bersih Rp31,9 Triliun pada 2025
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Startup China Tak Terkenal Tiba-tiba Sudah Kalahkan Google
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.