Penulis: Tri Cahyo Nugroho
TVRINews – Rabat, Maroko
Maroko memilih lawan kuat, Ekuador dan Paraguai, dalam pertandingan persahabatan untuk persiapan menghadapi Piala Dunia 2026.
Tim nasional sepak bola Maroko benar-benar menjadikan dua pertandingan persahabatan sebagai laga uji coba kekuatan mereka untuk menghadapi Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko yang akan dimulai 119 hari lagi (11 Juni).
Tidak tanggung-tanggung, Tim Singa Atlas akan menghadapi dua skuad yang juga sudah lolos ke Piala Dunia edisi ke-23 pada musim panas mendatang.
Pertama, Maroko akan bertemu Ekuador pada 27 Maret 2026 di Civitas Metropolitano Stadium di Madrid, Spanyol, yang juga kandang klub La Liga, Atletico Madrid. Kick-off laga ini dijadwalkan pada pukul 9:15 malam waktu setempat.
Empat hari berselang, 31 Maret 2026, Achraf Hakimi dan kawan-kawan akan menghadapi Paraguai di Stade Bollaert-Delelis di Lens, Prancis, mulai pukul 8:00 malam waktu local.
Laga-laga ini memang dimaksudkan agar Maroko mampu bertanding di level tinggi menjelang Piala Dunia 2026. Itulah mengapa Atlas Lions memilih Ekuador dan Paraguai sebagai lawan uji tanding.
Ekuador diketahui cukup konsisten lolos ke Piala Dunia sejak 2002. Dalam enam gelaran terakhir (tidak termasuk 2026), La Tri hanya tidak lolos pada 2010 dan 2018. Adapun torehan tertinggi Ekuador dalam kurun waktu tersebut adalah 16 besar pada 2006 di Jerman.
Di bawah pelatih Sebastian Beccacece, Ekuador dikenal memainkan gaya sepak bola yang intens, menuntut fisik, dan solid dalam bertahan, sering menggunakan blok pertahanan rendah untuk memicu serangan balik cepat.
Mereka menggabungkan energi tinggi, kecepatan tinggi di sayap, dan struktur taktik yang disiplin untuk menjadi tim yang sulit ditembus.
Sementara itu, Paraguai dikenal sebagai salah satu kekuatan sepak bola di Amerika Selatan. La Albirroja secara tradisional menerapkan gaya permainan yang disiplin, defensif, dan agresif secara fisik. Mereka seringkali menggunakan formasi 4-4-2 atau 5-3-2.
Mereka memprioritaskan pertahanan blok rendah yang solid dan kompak untuk membuat lawan frustrasi, mengandalkan serangan balik cepat dan peluang dari bola mati.
Uji coba melawan tim-tim sekelas Ekuador dan Paraguai nanti benar-benar akan menjadi tes berat bagi skuad asuhan pelatih Walid Regragui. Dua laga persahabatan ini juga menjadi momen penting bagi Maroko.
Usai menembus final Piala Afrika 2025 di kandang sendiri namun kalah secara kontroversial dari Senegal, Singa Atlas perlu membangun momentum lagi sekaligus mempertajam taktik sebelum turun di turnamen yang sesungguhnya.
Regragui, yang memimpin Maroko mencatat sejarah dengan melangkah ke semifinal Piala Dunia 2022, tetap bertanggung jawab dan diharapkan menggunakan pertandingan-pertandingan ini untuk menguji kombinasi baru dan memperkuat kedalaman skuad.
Bagi para penggemar, pertandingan di Madrid dan Lens lebih dari sekadar pemanasan. Pertandingan-pertandingan ini memberi Singa Atlas latihan berharga melawan lawan-lawan Amerika Selatan, membantu mereka mempersiapkan diri untuk tantangan terbesar di grup Piala Dunia mereka, Brasil.
Ekuador dan Paraguay dipilih karena gaya permainan mereka mencerminkan kecepatan, intensitas, dan fisik yang akan dihadapi Maroko melawan Brasil di fase grup Piala Dunia 2026.
Tanpa bermaksud meremehkan dua tim lainnya di Grup C, yakni Haiti dan Skotlandia, Maroko memang menjadikan Brasil sebagai lawan terberat di fase awal Piala Dunia nanti.
Dengan menjadwalkan pertandingan persahabatan ini, Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FMRF) memastikan skuad beradaptasi dengan kedua gaya tersebut sebelum ujian sesungguhnya dimulai di Piala Dunia.
Bermain di tempat-tempat bergengsi di Eropa juga akan menarik komunitas Maroko yang besar di luar negeri, menciptakan dukungan yang kuat dan suasana yang meriah bagi tim.
Editor: Tri Cahyo Nugroho





