Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengharuskan seluruh kawasan berpengelola, khususnya di sektor wisata, untuk menerapkan sistem zero waste dalam waktu tiga bulan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, pengelolaan sampah merupakan tantangan terbesar yang dihadapi Kota Bandung saat ini. Menurutnya, keindahan dan daya tarik destinasi wisata akan terganggu apabila persoalan sampah tidak ditangani secara serius dan sistematis.
Advertisement
“Setiap kawasan berpengelola di Kota Bandung harus zero waste. Kalau dalam tiga bulan tidak ada komitmen, mohon maaf, akan ada sanksi,” kata Farhan, dilansir Liputan6.com dari laman resmi Jawa Barat, www.jabarprov.go.id, Kamis (12/2/2026).
Sebagai langkah awal, Pemkot Bandung membangun model pengelolaan sampah berbasis kawasan yang telah diterapkan di sejumlah pasar. Pasar Caringin menjadi salah satu contoh setelah ratusan ton sampah lama berhasil diangkut dan kini hanya menyisakan sampah harian yang dikelola melalui kerja sama dengan pihak ketiga.
“Caringin itu bisa dikatakan sudah selesai. Sebanyak 500 ton sampah sisa lama sudah diangkut semuanya. Sekarang tinggal tumpukan sampah harian dan itu sudah dikelola kerja sama B2B dengan pihak ketiga,” ujarnya.
Pendekatan serupa sebelumnya telah dijalankan di Pasar Gedebage dan selanjutnya akan diperluas ke Pasar Ciroyom. Pemkot juga memantau perbaikan fasilitas pendukung, termasuk drainase di Pasar Caringin yang masih perlu segera dibenahi oleh pihak pengelola swasta.




