China Gelar Operasi Digital Selama Imlek, Konten Pamer dan Konflik Keluarga Bakal Ditindak

viva.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Administrasi Ruang Siber China (Cyberspace Administration of China/CAC) meluncurkan operasi digital bertajuk "Qinglang" yang berlangsung selama satu bulan mulai hari ini. Operasi ini menargetkan berbagai konten daring yang dinilai merusak nilai keluarga hingga pamer kekayaan, dengan tujuan menciptakan ruang digital yang lebih kondusif menjelang perayaan Imlek 2026.

Berdasarkan laporan media pemerintah China, kampanye tersebut akan menindak konten yang dianggap "memicu emosi negatif", termasuk promosi narasi "takut menikah" dan "anti-kelahiran" yang dinilai berpotensi memperuncing konflik sosial serta pertentangan gender.

Baca Juga :
China Kehilangan Pengaruh di Amerika Latin Usai Putusan Mahkamah Agung Panama
Jelang Pertemuannya dengan Xi Jinping, Trump Tunda Pembatasan Teknologi China di AS

CAC juga akan menertibkan konten hiburan yang mengangkat alur konflik keluarga yang populer di dunia maya. Tema seperti "orang tua pilih kasih", "perselisihan mertua dan menantu", hingga "pertengkaran antar saudara" disebut sering mengeksploitasi konflik keluarga dan antargenerasi. Otoritas menyebut jenis konten tersebut sebagai "sampah digital" dan "konten berkualitas rendah" yang hanya mengejar jumlah penonton.

Selain itu, konten yang menampilkan "belanja kebutuhan Imlek" atau adu tradisi untuk memamerkan kemewahan juga menjadi sasaran, karena dinilai menonjolkan kesenjangan ekonomi dan berpotensi memicu konflik sosial. CAC turut berupaya menekan fenomena perang antarpenggemar atau "fan circle" yang kerap muncul dalam momen besar seperti Gala Festival Musim Semi, film-film bertema Imlek, hingga ajang olahraga populer.

Konten yang berkaitan dengan takhayul juga tidak luput dari pengawasan, termasuk promosi penolak kesialan, astrologi "Tai Sui", serta layanan ramalan dan perhitungan nasib secara daring.

Dalam pelaksanaannya, CAC menginstruksikan berbagai platform digital untuk membentuk tim kerja khusus, memperketat pemantauan di halaman utama, daftar pencarian populer, rekomendasi konten, linimasa, hingga kolom komentar.

Perayaan Tahun Baru China atau Imlek biasanya menjadi periode mudik besar-besaran, ketika warga kembali ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga. Pemerintah berharap operasi "Qinglang" dapat membantu menciptakan suasana daring yang lebih harmonis sehingga masyarakat dapat menikmati liburan dengan minim konflik sosial.

Langkah ini juga dipandang sebagai bagian dari upaya pemerintah China mendorong peningkatan angka kelahiran yang terus menurun. Data Biro Statistik Nasional China pada Januari 2026 menunjukkan angka kelahiran tahun 2025 turun menjadi 5,63 per 1.000 penduduk, lebih rendah dari rekor terendah sebelumnya pada 2023 sebesar 6,39 per 1.000 penduduk. Akibatnya, populasi China menyusut sekitar 3,39 juta jiwa.

Baca Juga :
Imlek 2026, Generasi Muda China Pilih Mudik Terbalik
China Bersedia Buka Dialog dengan Jepang Asal PM Takaichi Tarik Ucapan soal Taiwan
Pramono Minta Warga Jakarta Tak Panic Buying Jelang Imlek dan Ramadhan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kisah Tumini, Penerima Rumah Bantuan Program TJSL Kemenkeu
• 22 jam laludisway.id
thumb
Sambut Pilkades Serentak 2026, Pemkab Bekasi Uji Coba Sistem E-Voting
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Rudal Ukraina membuat Pasukan Rusia Gelisah Karena Pertahanan Udara Mereka Runtuh
• 2 jam laluerabaru.net
thumb
Bawa Kokain 3 Kg ke Bali, Yuri Besera Dacosta Divonis 18 Tahun Penjara
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Soroti Harga Minyak Goreng Sering Mahal, Amran Bakal Sanksi Pengusaha yang Jual di Atas HET
• 8 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.