Rencana Nagita Slavina menjadi calon pengendali PT Satu Visi Putra (VISI) menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Kamis (12/2). Selain itu, Hashim mengungkap kemarahan Prabowo Subianto terkait anjloknya IHSG.
Berikut rangkuman berita populer tersebut:
Nagita Slavina Masuk Bursa, Jadi Calon Pengendali PT Satu Visi Putra (VISI)Nama artis dan pengusaha Nagita Slavina secara resmi muncul sebagai calon pengendali baru PT Satu Visi Putra Tbk (VISI), sebagaimana diumumkan perseroan kepada OJK dan BEI pada Kamis (12/2).
Proses negosiasi pengambilalihan saham ini masih berlangsung, namun perseroan memastikan belum ada dampak signifikan terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha. Rincian jumlah saham dan nilai transaksi masih belum diungkapkan, dengan tidak ada fakta material lain yang dilaporkan.
“Pada tanggal 11 Februari 2026, perseroan telah menerima surat pemberitahuan atas pengumuman negosiasi yang dilakukan oleh Nagita Slavina, selaku Calon Pengendali Baru, dengan Pemegang Saham Penjual atas rencana pengambilalihan saham PT Satu Visi Putra Tbk,” katanya dalam surat ke BEI.
VISI adalah perusahaan yang bergerak di sektor perindustrian, berfokus pada perdagangan besar bahan advertising dan printing. Produk banner menjadi kontributor utama pendapatan, mencapai 92,94 persen per 31 Agustus 2023.
Perusahaan ini melantai di BEI pada 27 Februari 2024 dengan harga IPO Rp 120 per saham, melepas 20 persen modal ditempatkan dan disetor penuh. Saat ini, mayoritas saham (71,54 persen) masih dikendalikan oleh Direktur Utama David Dwiputra, dengan kepemilikan publik 20 persen yang melibatkan 1.780 investor per 31 Januari 2026.
Meskipun saham VISI sempat melesat tajam 530,77 poin dari Rp 130 menjadi Rp 820 dalam setahun, pada perdagangan Kamis (12/2) pukul 14:19 WIB, harga sahamnya merosot 90 poin atau 9,89 persen ke level Rp 820 per lembar. Perusahaan saat ini tercatat berada di papan Pemantauan Khusus BEI, menambah kompleksitas di tengah rencana perubahan pengendalian.
Hashim Ungkap Prabowo Marah Usai IHSG Rontok 8%, BEI BerbenahUtusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan kemarahan Presiden Prabowo Subianto setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 8 persen pada akhir Januari 2026.
Penurunan signifikan ini dipicu oleh peringatan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait perubahan metodologi penilaian free float saham di Indonesia, yang memicu aksi jual besar-besaran di pasar pada 28-29 Januari.
Menyikapi hal tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) berjanji mempercepat langkah perbaikan untuk meningkatkan transparansi dan integritas pasar.
Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengakui peringatan MSCI sebagai alarm penting dan menegaskan komitmen untuk melakukan pembenahan secepat mungkin. Gejolak pasar ini juga berdampak pada investor ritel, yang memicu keprihatinan serius dari pemerintah dan otoritas terkait.
"Oh iya, tentu itu menjadi peringatan bagi kami. Untuk bisa secara lebih cepat lagi melakukan hal-hal yang tadi kami sampaikan. Meningkatkan transparansi pasar, meningkatkan integritas pasar," ujar Jeffrey saat ditemui di Menara CIMB, Kamis (12/2).
Pasca-kejadian tersebut, sejumlah pejabat tinggi di sektor pasar modal mengundurkan diri, termasuk Direktur Utama BEI Iman Rachman, serta Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar dan Mirza Adityaswara, bersama Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Inarno Djajadi, dan Deputi Komisioner Pengawas Emiten Aditya Jayaantara.
Saat ini, kepemimpinan sementara di BEI diemban oleh Jeffrey Hendrik, sedangkan OJK dipimpin oleh Friderica Widyasari dan Hasan Fawzi, yang akan segera melakukan pembahasan teknis lanjutan dengan MSCI guna memulihkan kredibilitas pasar dan kepercayaan investor.





