JAKARTA, KOMPAS.TV - Sekretaris Kementerian BUMN 2005-2010, Said Didu menuturkan awal mula sebelum pertemuannya bersama Presiden Prabowo.
Dalam program ROSI, Said mengaku awalnya hanya ingin membuka ruang dialog, karena merasa kondisi bangsa semakin terpuruk. Ia melihat kemunduran terjadi di berbagai sektor, mulai dari demokrasi, kemiskinan, korupsi, hingga ketimpangan sosial.
Berangkat dari kegelisahan itu, Said mengumpulkan empat kelompok dalam forum tersebut. Pertama, “orang dalam” yang selama ini dekat dengan lingkar kekuasaan. Kedua, pihak yang masih berada di sekitar kekuasaan namun tidak memiliki jabatan formal. Ketiga, kelompok luar yang masih memiliki harapan terhadap Presiden Prabowo. Dan keempat, kelompok luar yang sudah kehilangan harapan.
Namun, menjelang pelaksanaan acara, Said mengaku mendapat tekanan agar kegiatan tersebut dihentikan.
Dua hari sebelum acara, ia dihubungi dan diminta membatalkan forum itu karena dianggap menyerupai “Petisi 50” dan bahkan dituding sebagai upaya makar.
Meski begitu, Said mengaku tetap melanjutkan forum tersebut.
“Jiwa petarung saya tetap jalan. Saya harus tunjukkan bahwa saya bukan seperti yang mereka duga,” katanya.
Menurut Said, tekanan semakin kuat sehari setelahnya. Bahkan, salah satu tokoh yang awalnya ikut merancang acara disebut mengundurkan diri dan enggan hadir.
Menariknya, salah satu pihak yang semula enggan hadir justru datang di hari pelaksanaan. Said mengaku mendapat informasi bahwa kehadiran tokoh tersebut merupakan penugasan dari “orang dalam” untuk memantau jalannya acara.
Ia bahkan menyebut, laporan sudah disampaikan ke pihak dalam sebelum acara selesai.
Dalam forum itu, kesimpulan diskusi disebut mengarah pada persoalan kedaulatan bangsa.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/4GYHWzpg3w8
#prabowo #saiddidu #politik
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- prabowo
- said didu
- jokowi
- gibran
- pemilu





