Hansi Flick Kecam VAR yang Lambat Usai Barcelona Digilas Atletico 4-0

mediaindonesia.com
14 jam lalu
Cover Berita

PELATIH Barcelona, Hansi Flick, memberikan reaksi jujur setelah timnya dihantam kekalahan telak 4-0 oleh Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Copa del Rey. Flick mengakui bahwa pasukannya tampil jauh di bawah standar, terutama pada babak pertama yang ia sebut sebagai "pelajaran besar".

Bertanding di Riyadh Air Metropolitano, Kamis (12/2), Barcelona seolah kehilangan taji dan membiarkan tuan rumah mendominasi laga. Flick mencatat adanya jarak permainan yang terlalu lebar antara kedua tim serta kegagalan sistem pressing yang biasanya menjadi kekuatan Blaugrana.

"Kami tidak bermain baik di babak pertama, kami tidak bermain sebagai sebuah tim. Jarak antara mereka dan kami sangat besar. Kami tidak melakukan tekanan. Dalam 45 menit pertama, kami mendapatkan pelajaran besar," ujar Flick dalam konferensi pers usai laga, sebagaimana dilansir dari Marca.

Baca juga : Barcelona vs Atletico Madrid 4-0: Hansi Flick Janjikan 'Remontada' di Camp Nou

Tetap Bangga Meski Kecewa

Kendati menderita kekalahan yang menyakitkan, Flick enggan menyalahkan para pemainnya secara personal. Ia menegaskan tetap bangga dengan pencapaian tim sepanjang musim ini, terutama mengingat badai cedera yang terus menghantam skuadnya.

"Saya tidak kecewa dengan tim. Saya senang dengan musim yang dijalani tim sejauh ini. Kekalahan adalah bagian dari permainan. Ini kekalahan yang menyakitkan, tapi saya bangga pada tim. Kami harus mengambil pelajaran. Mereka (Atletico) jauh lebih lapar untuk mencetak gol, dan itulah yang saya inginkan dari tim saya," tambah pelatih asal Jerman tersebut.

Kecam Proses VAR: "Berantakan"

Selain mengevaluasi teknis permainan, Flick juga melontarkan kritik keras terhadap keputusan wasit, khususnya terkait dianulirnya gol Pau Cubarsi. Gol tersebut dibatalkan setelah proses peninjauan VAR yang memakan waktu hingga delapan menit.

Baca juga : Hansi Flick tidak Bisa Pastikan Lamine Yamal Bisa Main Kontra Atletico Madrid

Flick menilai kepemimpinan wasit sejak awal laga tidak tegas, terutama saat tidak memberikan kartu kuning pada pelanggaran terhadap Alejandro Balde. Hal itu, menurut Flick, memancing lawan untuk bermain lebih agresif. Namun, poin kemarahannya yang utama adalah ketidakefektifan teknologi di lapangan.

"Ini berantakan. Mereka harus menunggu tujuh menit, ayolah. Mereka menemukan sesuatu dalam tujuh menit itu? Baiklah. Saat saya melihat situasi tersebut, jelas tidak ada offside. Mungkin mereka melihat sesuatu yang berbeda, maka beritahu kami. Tidak ada komunikasi. Sangat buruk di sini," kecam Flick.

Menanti Magis Camp Nou

Meski tertinggal defisit empat gol, Flick belum menyerah untuk mempertahankan gelar juara yang mereka raih musim lalu. Ia menyerukan kepada para penggemar untuk memenuhi Spotify Camp Nou pada leg kedua mendatang.

"Kami masih memiliki dua babak lagi dan kami akan berjuang. Jika kami bisa menang 2-0 di setiap babak... kami akan membutuhkan dukungan para suporter di kandang," pungkasnya. (Football-Espana/Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Swiatek dan Rybakina tersingkir dari WTA 1000 Doha
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Pasar India Berikan Potensi Transaksi Pariwisata Signifikan Bagi RI
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Geser Pejabat Eselon II, Wali Kota Palopo Naili Tegaskan Evaluasi Kinerja Enam Bulan Sekali
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Isu Reformasi WTO Memanas
• 11 jam lalukompas.id
thumb
MRT Jakarta Catat 135.332 Penumpang per Hari pada Januari 2026
• 2 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.