Pemprov DKI Siapkan 661 Bus Mudik Gratis Lebaran 2026, Kuota 26.500 Pemudik

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan kembali menggelar program mudik gratis pada Lebaran 2026.

“Sebentar lagi kita akan menyambut bulan suci Ramadhan, Idul Fitri, dan mudik Lebaran. Jakarta akan menyiapkan kurang lebih 661 bus untuk sekitar 26.500 pemudik,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Jumat (13/2/2026).

Meski demikian, pendaftaran program mudik gratis tersebut belum dibuka. Pemerintah akan mengumumkan jadwal dan mekanisme pendaftaran melalui kanal resmi Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.

Baca juga: Korlantas Prediksi Masyarakat Bakal Mudik Lebih Awal

Warga diminta untuk memantau informasi resmi agar tidak tertinggal jadwal pendaftaran.

Selain memfasilitasi warga yang hendak pulang kampung, Pramono juga mengajak masyarakat yang memilih tetap berada di Jakarta selama Lebaran ikut meramaikan aktivitas ekonomi di Ibu Kota.

Ia menyebut, pemerintah akan menyiapkan sejumlah program menarik, termasuk potongan harga di pusat-pusat perbelanjaan.

“Saya juga mengajak warga untuk tetap di Jakarta dan membelanjakan rezekinya di sini. Pemerintah akan memberikan berbagai kado, termasuk diskon di pusat-pusat perbelanjaan,” katanya.

Pramono berharap Ramadhan tahun ini lebih semarak dengan meningkatnya kegiatan keagamaan di masjid dan mushala.

Ia juga mengimbau masyarakat menjaga kerukunan antarumat beragama serta menciptakan suasana Jakarta yang aman, nyaman, dan tertib selama Ramadhan hingga Idul Fitri.

“Semoga Allah SWT menerima ibadah kita dan membimbing setiap langkah kita dalam mewujudkan Jakarta yang aman, nyaman, dan sejahtera,” ucapnya.

Baca juga: KAI Siapkan 1,2 Juta Tiket Diskon 30 Persen Kereta Api Mudik Lebaran 2026

Tak hanya itu, Pemprov DKI juga menyiapkan sejumlah agenda dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakarta. Dua kegiatan yang akan digelar yakni Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan Haul Ulama Betawi.

Pramono menyetujui agar MTQ kembali diselenggarakan secara berjenjang, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, kota/kabupaten, hingga provinsi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Menurut dia, pelaksanaan MTQ secara bertahap akan memberi dampak positif bagi masyarakat luas.

“MTQ akan kita mulai dari tingkat kelurahan, naik ke kecamatan, kemudian ke kota/kabupaten, hingga provinsi. Saya yakin ini akan membawa kebaikan. Selain itu, Haul Ulama Betawi juga akan kita selenggarakan secara bersama-sama di Monumen Nasional (Monas),” ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Industri Logam Tumbuh 15,71%, Utilitas Produksi Baja Masih Tertahan
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
UMKM RI Sukses Tembus Pasar Eropa Berkat Marketing Handholding
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Detik-Detik Babi Berusaha Kabur dari Penyembelihan Tahun Baru  Imlek di Guangxi, Tiongkok, Lompat ke Kolam dan Berenang Demi Menyelamatkan Diri
• 23 jam laluerabaru.net
thumb
Terungkap! Motif Perempuan Curi dan Bakar Toko Emas di Makassar, Polisi: Pelaku Terlilit Utang
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Data dan Angka di Kasus Sungai Cisadane Tercemar Pestisida
• 7 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.