Remaja Ini Kena Penyakit Langka ‘Antraks Tukang Las’ saat Magang, Apa Itu?

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Seorang remaja 18 tahun di Louisiana, Amerika Serikat, mendadak dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami batuk hebat yang berkembang menjadi pneumonia dan gagal napas dalam waktu sepekan. Remaja yang tengah menjalani pelatihan menjadi tukang las itu akhirnya harus dipasangi ventilator untuk membantunya bernapas.

Kasus ini kemudian menarik perhatian dunia medis karena mengarah pada diagnosis langka, yakni welder’s anthrax (antraks welder) atau antraks tukang las, infeksi akibat racun antraks yang menyerang paru-paru pekerja logam.

Remaja tersebut diketahui sudah enam bulan menjalani program magang pengelasan. Ia bekerja sekitar empat jam per hari, empat hari dalam sepekan. Secara umum, kondisinya sehat. Ia bukan perokok dan tidak memiliki riwayat konsumsi alkohol berlebihan.

Namun kondisi kesehatannya berubah cepat. Setelah batuk yang tak kunjung membaik, ia dirawat di rumah sakit dan didiagnosis pneumonia yang kemudian berkembang menjadi gagal napas. Dokter pun memasang selang pernapasan (intubasi) dan menghubungkannya ke mesin ventilator.

Tim medis melakukan pemeriksaan darah dan menemukan infeksi bakteri dari kelompok Bacillus cereus. Awalnya, dokter belum mengetahui spesies bakteri spesifik yang menyebabkan infeksi tersebut. Umumnya, bakteri dalam kelompok ini lebih sering memicu infeksi usus, seperti keracunan makanan, bukan infeksi paru-paru.

Meski sangat jarang, kombinasi gejala, pekerjaan, dan lokasi geografis pasien sebelumnya pernah tercatat dalam sejumlah kasus pada pekerja las di Louisiana dan Texas. Pengetahuan tentang fenomena langka ini membantu tim medis lebih cepat mengidentifikasi kemungkinan penyebab penyakitnya.

Dugaan Antraks Welder

Dokter kemudian mencurigai pasien mengalami antraks welder, bentuk infeksi racun antraks yang muncul sebagai pneumonia pada pekerja logam. Penyakit pernapasan berat ini sangat jarang terjadi. Sebelum kasus ini, hanya ada delapan kasus terdokumentasi, dan semuanya menimpa tukang las atau pekerja logam. Dari delapan pasien tersebut, hanya dua yang berhasil sembuh.

Secara umum, antraks biasanya tertular melalui paparan spora Bacillus anthracis, bakteri yang juga termasuk dalam kelompok B. cereus. Di dalam tubuh, spora tersebut menghasilkan racun antraks berkat gen khusus yang mereka bawa.

Paparan bisa terjadi melalui luka terbuka, konsumsi produk hewan yang terinfeksi, atau menghirup udara yang terkontaminasi. Bentuk terakhir, yang dikenal sebagai antraks inhalasi, merupakan jenis paling mematikan menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS.

Menariknya, antraks welder disebabkan oleh spesies Bacillus yang berbeda. Dulu, para ilmuwan meyakini hanya B. anthracis yang mampu memproduksi racun antraks. Namun dalam beberapa tahun terakhir, ditemukan bahwa beberapa spesies lain dalam kelompok B. cereus juga memiliki gen penyebab penyakit yang sama.

Asap atau uap yang dihasilkan saat proses pengelasan diketahui meningkatkan risiko infeksi paru-paru. Pasien diketahui menggunakan metode shielded metal arc welding, teknik yang menghasilkan lebih banyak asap dibanding jenis pengelasan lain.

Sebelum diagnosis akhir, dokter langsung memberikan empat antibiotik kuat sekaligus, termasuk vancomycin, meropenem, ciprofloxacin, dan doxycycline yang biasa digunakan untuk menangani infeksi bakteri berat, termasuk pneumonia. 34 jam setelah diagnosis awal, tim medis bekerja sama dengan CDC untuk memberikan obat penawar racun antraks, yakni obiltoxaximab. Obat ini diperoleh dari U.S. Strategic National Stockpile dan menargetkan antigen pelindung dari bakteri penyebab antraks klasik.

Kasus ini menjadi yang pertama di mana obiltoxaximab digunakan untuk mengobati antraks welder. Satu kasus sebelumnya yang menggunakan antitoksin, pasien diberi obat berbeda, yakni raxibacumab.

Hasilnya, kondisi pasien membaik cepat setelah pemberian obiltoxaximab. Selang pernapasannya dilepas tiga hari kemudian. Dokter tetap melanjutkan terapi antibiotik serta mengeluarkan cairan yang menumpuk di sekitar paru-paru, kondisi yang umum terjadi pada pasien pneumonia.

Pemeriksaan lanjutan oleh Laboratorium Kesehatan Masyarakat Negara Bagian Louisiana menemukan bahwa pasien terinfeksi Bacillus tropicus, bakteri dalam kelompok B. cereus. Setelah 26 hari dirawat di rumah sakit, pasien dipulangkan dengan regimen antibiotik khusus yang disesuaikan untuknya. Pada pemeriksaan tiga bulan kemudian, ia dinyatakan pulih sepenuhnya.

Sejak pertama kali diidentifikasi pada 1994, baru ada sembilan kasus antraks welder yang diketahui. Dari jumlah tersebut, hanya tiga pasien yang selamat, dua di antaranya menerima antitoksin antraks.

Kasus terbaru ini juga unik karena usia pasien yang masih sangat muda. Sebelumnya, rentang usia pasien berada di antara 34 hingga 56 tahun. Selain itu, ia baru enam bulan bekerja sebagai tukang las, sementara beberapa kasus terdahulu melibatkan pekerja dengan pengalaman lebih dari satu dekade.

Dalam investigasi lanjutan, Departemen Kesehatan Louisiana mengambil 245 sampel tanah dan permukaan dari lokasi kerja pasien. Hasilnya, 11,4 persen sampel terdeteksi mengandung gen racun antraks.

Beberapa faktor risiko yang diidentifikasi antara lain ventilasi dan sirkulasi udara yang terbatas, penggunaan alat pelindung diri yang tidak konsisten, serta kebiasaan makan di area kerja. Meski demikian, tidak ada pekerja lain di lokasi tersebut yang dilaporkan jatuh sakit.

“Alasan mengapa pria muda yang sebelumnya sehat ini menjadi satu-satunya pekerja yang sakit, meskipun gen racun antraks terdeteksi pada sejumlah sampel lingkungan di tempat kerjanya, masih belum jelas,” tulis para peneliti, dikutip Live Science.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa risiko kesehatan di tempat kerja bisa muncul dalam bentuk yang tak terduga, bahkan pada pekerja muda dan sehat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rampung Akhir Bulan, Taman Bendera Pusaka Bakal Alih Fungsi Jadi 'Waduk' Saat Curah Hujan Tinggi
• 2 jam lalusuara.com
thumb
Kasus Bahar bin Smith Aniaya Anggota Baser: Ujian Supremasi Hukum
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Kebiasaan yang Diam-Diam Menggerogoti Kepercayaan Dirimu
• 11 jam lalubeautynesia.id
thumb
Prabowo: Dear Friends, Indonesians Are Not Stupid
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Beri Penghargaan Komjen Dedi Prasetyo hingga Irjen Asep Edi Suheri
• 5 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.