Liputan6.com, Jakarta - Komitmen Louis Dreyfus Company (LDC) terus diperkuat dalam mendorong praktik pertanian regeneratif di Indonesia melalui pengembangan budidaya kopi berkelanjutan.
Inisiatif ini menjadi bagian dari ambisi global perusahaan untuk memperluas praktik regeneratif di seluruh rantai pasok pertanian sekaligus memperkuat ketahanan petani dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan degradasi lahan.
Advertisement
Program ini dijalankan melalui Stronger Coffee Initiative, yang menggabungkan pelatihan agronomi, pendampingan teknis, serta kemitraan langsung di tingkat kebun. Hingga akhir 2025, program tersebut telah menjangkau lebih dari 20.000 petani kopi di sejumlah sentra produksi, seperti Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Aceh.
Regional Manager atau Stronger Coffee Initiative in Asia, Diva Tanzil menjelaskan terdapat tiga pilar inti dalam praktiknya, yakni kesejahteraan petani, rendah karbon, dan pertanian regeneratif.
"Kita bekerja sama dengan petani saat ini, untuk memberikan teknik dan sistem, karena kita tahu petani di Indonesia saat ini butuh support untuk menerapkan praktik-praktik regeneratif agriculture," kata Diva, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis 12 Februari 2026.
"Jadi sebenernya, petani itu butuh temen, kalo di kebun kan sendirian ya sama uletnya, jadi butuh temen yang nyata gitu ya," tambahnya.
Upaya ini bertujuan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperkuat kesejahteraan petani melalui sistem budidaya yang lebih adaptif.




