MBG Disebut Habiskan Anggaran, Prabowo Bandingkan dengan Budaya Rapat dan Seminar di Hotel

disway.id
13 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Presiden Prabowo Subianto menegaskan kalau program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan membuang-buang anggaran. 

Justru ia membandingkan program MBG yang langsung menyentuh gizi dan perut rakyat dengan budaya boros rapat dan seminar di hotel.

“Budaya menghabiskan anggaran budaya menggelembungkan anggaran budaya melaksanakan kegiatan-kegiatan tidak produktif itu terus dilaksanakan,” katanya saat meresmikan SPPG Polri Palmerah dan Gudang Ketahanan Pangan. 

BACA JUGA:Prabowo Dengar MBG Sering Dibilang Hambur-Hamburkan Anggaran: Dendam dan Dengki Sudah Biasa!

Salah satunya rapat di hotel yang juga menggunakan uang negara. 

“Rapat-rapat di hotel-hotel, di luar kota, seminar, konferensi, kunjungan yang tidak bermanfaat rakyat ditipu rakyat dibohongi ini yang kita hemat uang ini yang kita alihkan untuk hal seperti ini. APBN tidak keluar dari parameter yg kita tetapkan defisit kita msh di bawah batas yang kita tetapkan sendiri,” tegasnya.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan banyak pihak yang menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) menghambur-hamburkan uang.

BACA JUGA:Prabowo Resmikan 18 Gudang Ketahanan Pangan dan 1.072 SPPG Milik Polri

Bahkan, kata Prabowo, banyak yang meramalkan program MBG akan gagal.

"Waktu saya melancarkan program ini, saya diejek. Saya di jelek-jelekin, saya di tuduh macem-macem saya juga tidak mengerti bahkan yg banyak mengejek adalah orang-orang yang terdidik prof terkenal mengejek dan menghina saya dan mereka meramalkan proyek ini pasti gagal" kata Prabowo dalam peresmian di SPPG Palmerah, Jumat, 13 Fwbruari 2026.

"Program ini menghambur-hamburkan uang. Operasi ini kampanye ini menjelek-jelekkan presiden yang dipilih langsung oleh rakyat mungkin sebagai ungkapan dendam dan dengki mungkin adalah biasa," ujar dia.

BACA JUGA:Prabowo Beri Bintang Jasa Kehormatan untuk Bos BGN Hingga Wakapolri saat Peresmian SPPG Polri

Ia menjelaskan program tersebut tak penting bagi mereka yang merupakan orang berada. Namun, ia mempelajari program MBG dibutuhkan oleh masyarakat.

"Program semacam ini sesungguhnya bukan pertama kali di indonesia sudah puluhan negara lain. Dan negara yg maju negara yang demokratis pasti punya program MBG utk rakyatnya. MBG mungkin tidak penting untuk orang yang cukup berada, bagi mereka yg diatas tapi di seluruh dunia yg saya pelajari MBG adalah sgt2 diperlukan oleh mayoritas rakyat," jelasnya.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ammar Zoni Disebut Pernah Jadikan Rekan Satu Sel Kurir Mengedarkan Narkoba
• 10 jam lalucumicumi.com
thumb
Dermatolog: Penggunaan Skincare Dapat Menghidrasi Kulit Selama Berpuasa
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Prabowo Minta 1.000 Desa Nelayan Mulai Beroperasi pada 2026, Target 5.000 Desa hingga 2029
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Gerakan Pangan Murah Pinrang Dorong Stabilitas Harga dan Ketahanan Pangan
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Kemenhaj Rancang Skema Umrah Berangkat dari Asrama Haji untuk Dukung Maskapai Nasional
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.