JAKARTA, DISWAY.ID – Industri galangan kapal nasional menyambut positif pernyataan Hashim Djojohadikusumo yang memastikan bahwa pemerintah tengah menggodok berbagai insentif untuk industri galangan kapal nasional, termasuk rencana pembebasan bea masuk hingga 0% untuk komponen yang belum dapat diproduksi di dalam negeri.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat industri strategis nasional.
BACA JUGA:Pemprov DKI Buka Mudik Gratis Lebaran 2026, Tersedia 26.500 Kuota dan 661 Bus
BACA JUGA:Svensson Jadi Primadona Bursa Transfer, Arsenal dan Real Madrid Berebut Bintang Muda Dortmund
Dalam keterangannya, Hashim menegaskan bahwa pemerintah ingin industri galangan kapal dalam negeri lebih kompetitif dan mampu memenuhi kebutuhan kapal nasional tanpa bergantung pada impor.
Menurut Hashim, insentif fiskal seperti bea masuk 0% untuk komponen kapal dinilai sebagai langkah konkret untuk menekan biaya produksi yang selama ini menjadi tantangan utama galangan kapal Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Institusi Galangan Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) menilai insentif ini sangat krusial bagi keberlanjutan industri galangan kapal nasional. Struktur biaya pembangunan kapal di Indonesia masih dipengaruhi oleh komponen impor seperti mesin, sistem navigasi, dan peralatan kelistrikan yang belum sepenuhnya tersedia di dalam negeri.
Menurut dia, tanpa dukungan fiskal, harga kapal produksi nasional sulit bersaing dengan kapal impor baru maupun kapal bekas dari luar negeri.
BACA JUGA:3 Cara Saldo DANA Gratis Rp122.000 Langsung Cair ke Dompet Elektronik Pagi Ini, Modalnya Cuma HP
"Insentif bea masuk 0% termasuk pembebasan PPN menjadi 0% akan memberikan kepastian usaha dan meningkatkan kepercayaan investor serta pemilik kapal untuk membangun kapal di dalam negeri," kata Anita Puji Utami, Ketua Umum Iperindo.
Sebagai informasi, saat ini anggota Iperindo mampu menyediakan 36.000 dock space per tahun untuk reparasi dan sekitar 900 dock space per tahun untuk pembangunan kapal baru dengan tingkat utilisasi yang masih rendah.
Menurut dia, insentif fiskal bea masuk dan PPN yang diberikan kepada industri galangan akan memperkuat utilisasi galangan, menjaga keberlangsungan tenaga kerja yang bersifat padat karya, serta menciptakan efek berganda bagi industri baja, manufaktur komponen, permesinan, dan jasa teknik nasional.
Dengan meningkatnya order domestik, kapasitas dan kapabilitas galangan kapal Indonesia juga akan semakin berkembang.
Namun, kata Anita, insentif fiskal ini perlu diiringi dengan harmonisasi regulasi, penyederhanaan perizinan, serta dukungan pembiayaan yang kompetitif bagi pemesan kapal.
- 1
- 2
- »





