Jakarta, VIVA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mengalami tren koreksi hingga akhir sesi pertama perdagangan Jumat, 13 Februari 2026. IHSG melemah 0,56 persen atau 46,78 poin ke level 8.218,56.
IHSG terpantau bergerak di kisaran area 8.170 hingga 8.252. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 12,36 triliun dan volume transaksi mencapai Rp 28,40 miliar dengan total perdagangan sebanyak 1,76 juta transaksi.
Sektor bahan baku mencatat penurunan tertinggi sebesar 1,30 persen. Koreksi besar juga dicatatkan sektor kesehatan dan infrastruktur, masing-masing melemah 0,93 persen dan 0,79 persen.
Meski IHSG masih terkurung di tren negatif, sejumlah sektor saham berhasil mencetak hasil positif. Sektor transportasi naik 1,93 persen, sektor konsumer siklikal meningkat 1,69 persen dan sektor energi melonjak 1,50 persen.
Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai secara teknikal, stochastic RSI berada pada area netral menuju overbought. Sementara itu, indikator MACD menunjukan penyempitan histogram negative.
- VIVA/Muhamad Solihin
"Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 8.200-8.300 pada sesi kedua perdagangan hari ini," demikian proyeksi Tim Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari riset hariannya pada Jumat, 13 Februari 2026.
Phintraco Sekuritas juga melaporkan emiten-emiten yang mencetak lompatan harga tertinggi di jajaran 45 saham unggulan (LQ45). Berikut tiga saham top gainers di dereta LQ45.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
Saham BUMI melesat 5,19 persen atau 14 poin ke level 284.
Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)
Saham INKP melambung 3,93 persen atau 375 poin menjadi 9.925
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
Saham MBMA meningkat 2,04 persen atau 15 poin hingga menyentuh area 750.




