DEPOK, KOMPAS.com - Dinas PUPR Depok bakal memperbaiki Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya, Depok, yang banyak lubang dan jalannya bergelombang.
Plt Dinas PUPR Depok Yodi Joko mengatakan, proses perbaikan sementara masih berproses di titik lain dan selanjutnya ke titik lubang dekat pertigaan Jalan Raden Soleh.
“Di Jalan Tole Iskandar sedang proses perbaikan, (bentuk perbaikan) pengaspalan untuk ditambal,” ucap Yodi saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (13/2/2026).
Baca juga: Jalan Tole Iskandar Depok Jadi “Lubang Hitam” Pengendara, Motor Kerap Terjatuh
Di samping itu, sejumlah warga justru menginginkan perbaikan jalan tidak sekedar penambalan sebab rentan kembali rusak.
Salah satunya diungkapkan juru parkir setempat bernama Abid (56) yang mengkhawatirkan pemotor saat melintas.
“Harusnya sih bukan tambal lagi, benerin yang permanen gitu loh. Ngeri soalnya pengendara lewat sini pas pertigaan malah banyak lubang,” ungkap Abid saat ditemui di lokasi, Jumat.
Menurut dia, kondisi jalan berlubang telah terlihat selama lebih dari tujuh tahun dan selalu diperbaiki dengan hanya menambal.
Perbaikan terakhir dilihatnya sekitar enam bulan lalu dan kini sudah kembali hancur.
“Setengah tahun lalu udah benerin tapi rusak lagi, gitu terus pokoknya,” ujar dia.
Tak berbeda jauh, kekhawatiran itu juga diungkapkan warga setempat bernama Wiwin (50) yang mengaku bisa melihat 3-4 motor terjatuh akibat lubang tersebut.
Risiko paling membahayakan yaitu pada lubang-lubang di dekat belokan menuju Jalan Raden Saleh sebab kondisi jalan juga menanjak.
Baca juga: Jalan Tole Iskandar Depok Banyak Lubang, 5 Tahun Rusak Hanya Ditambal
“Pagi, siang, sore, malem, pasti ada aja kalau jatuh mah. Enggak kehitung jumlah korbannya tapi bisa sampai 3-4 motor sehari,” terang Wiwin.
Pengamatan Kompas.com di lokasi, Jumat (13/2/2026), badan jalan terlihat penuh lubang tepat mendekati tikungan dekat Masjid Jami Baiturrahman.
Kondisi lubang kebanyakan berasal dari tumbalan aspal yang hancur, dan sebagian lainnya karena badan jalan retak hingga memperlihatkan bagian dalam jalan.
Ukuran lubang di jalan yang rusak juga bervariatif, panjangnya berkisar 7-30 sentimeter dengan kedalaman 3-7 sentimeter.
Bahkan, di salah satu lubang memperlihatkan pipa di balik aspal, seolah bisa dillindas kapan saja.
Diperkirakan, terdapat 10-15 lubang pada satu titik yang menyebabkan kondisi jalan terlihat bergelombang.
Baca juga: BPJS PBI Nonaktif, Pasien Stroke di Depok Dapat Surat Jaminan yang Berlaku 2 Minggu
Dampaknya, pengendara motor dan mobil yang melintas cenderung melambatkan laju kendaraannya di titik-titik yang rusak tadi.
Beberapa pemotor bahkan harus melintas zigzag agar tidak melintasi titik lubang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




