Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon telah memerintahkan kapal induk kedua untuk dikerahkan ke Timur Tengah. Demikian dilaporkan media AS pada hari Kamis (12/2) waktu setempat, seiring Presiden AS Donald Trump tengah mempertimbangkan untuk mengambil tindakan militer terhadap Iran.
Washington dan Teheran telah memulai pembicaraan tidak langsung pekan lalu mengenai masa depan program nuklir Iran. Trump pada hari Kamis memperingatkan adanya konsekuensi "sangat traumatis" bagi Iran jika gagal mencapai kesepakatan nuklir.
Akhir bulan lalu, Trump telah mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln dan kapal-kapal perang pengiringnya ke Teluk Persia. Ini dilakukan seiring Trump meningkatkan ancaman terhadap Iran atas tindakan kerasnya terhadap protes anti-pemerintah. Kapal-kapal tersebut masih berada di wilayah tersebut.
Dilansir kantor berita AFP, Jumat (13/2/2026), kini, kapal induk USS Gerald R. Ford dan kapal-kapal pengiringnya akan bergabung dengan kelompok serang tersebut setelah para pejabat Pentagon memerintahkannya ke Timur Tengah dari penempatannya saat ini di Laut Karibia, demikian dilaporkan oleh beberapa media AS.
Media-media Wall Street Journal, New York Times, dan CBS News semuanya melaporkan tentang persiapan Pentagon dan penempatan kapal induk kedua tersebut, mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya.
(ita/ita)




