Segmen kendaraan niaga ringan menjadi penopang utama penjualan Daihatsu di Indonesia. Sepanjang 2025, performa penjualan mobil komersial Daihatsu menunjukkan tren positif, seiring meningkatnya aktivitas logistik, geliat e-commerce, hingga belanja pemerintah.
Dalam sesi media gathering Daihatsu di Jakarta, Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Sri Agung Handayani menjelaskan bahwa segmen kendaraan niaga, khususnya pick-up dan kendaraan komersial ringan, mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dalam setahun terakhir.
“Kalau kita lihat di total truck dan commercial, trennya naik. Pick-up medium naik, pick-up low juga naik. Jadi ada beberapa hal di komersial yang mendukung pertumbuhan ini,” ujar Sri Agung di Jakarta, Kamis (12/2).
Ia menilai, salah satu faktor utama pendorong kenaikan penjualan kendaraan niaga adalah pergeseran pola bisnis dari offline ke online. Pertumbuhan pesat e-commerce membuat banyak pelaku usaha digital, mulai menginvestasikan anggaran besar untuk membangun sistem logistik sendiri.
“Sekarang banyak pemain online yang mengelola logistiknya sendiri, termasuk untuk mendukung program seperti free ongkir. Mereka berinvestasi langsung ke pengadaan kendaraan logistik,” jelasnya.
Selain sektor digital, pembangunan infrastruktur di berbagai daerah juga turut memperkuat kebutuhan kendaraan niaga. Akses jalan yang semakin merata membuka peluang distribusi barang ke wilayah baru, sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi lokal. Di sisi lain, belanja pemerintah juga menjadi faktor pendukung yang menjaga permintaan kendaraan komersial tetap stabil.
Berdasarkan data wholesales (distribusi) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang 2025 Daihatsu mencatatkan performa kuat melalui beberapa model andalannya. Suzuki Carry tercatat membukukan penjualan 29.289 unit, sementara Gran Max Pick Up mendominasi dengan total 40.761 unit.
Untuk lini minibus, Gran Max MB mencatatkan penjualan 18.978 unit, sedangkan Luxio membukukan angka 2.778 unit sepanjang tahun lalu. Data tersebut menunjukkan bahwa kendaraan niaga ringan masih menjadi tulang punggung distribusi barang, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Adapun dari data penjualan ritel internal, produk kendaraan niaga Daihatsu di segmen yang disebut entry commercial vehicle itu mendominasi dengan pangsa pasar sebesar 65 persen dan telah terjual sebanyak 61.900 ribuan unit.

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F02%2F12%2Fb095cd9597d133269840a861048d7d35-20260212eln_ppds.jpeg)



