China Lirik Kelapa RI, Mentan: Nilai Hilirisasi Bisa Tembus 100 Kali Lipat

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut peluang hilirisasi kelapa Indonesia semakin terbuka seiring meningkatnya permintaan global, khususnya dari China.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menuturkan kelapa menjadi salah satu komoditas strategis yang memiliki permintaan tinggi di pasar dunia. Amran menilai hilirisasi kelapa mampu mendongkrak nilai ekonomi hingga 100 kali lipat.

“Ini hilirisasi Pak Menteri Keuangan [Purbaya Yudhi Sadewa], hilirisasi kita punya komoditas strategis yang demand-nya tinggi tingkat dunia. Itu kelapa, kelapa kita itu naik 100 kali lipat kalau kita hilirisasi. Itu naik 100 kali lipat,” kata Amran dalam Indonesia Economic Outlook 2026, Jumat (13/2/2026).

Amran menilai peluang hilirisasi kelapa semakin besar seiring terjadinya pergeseran pola konsumsi pangan di China. Dia menuturkan, konsumen di negara tersebut mulai beralih dari susu hewani seperti susu sapi dan kambing ke susu nabati berbasis kelapa. 

Menurut Amran, perubahan tren konsumsi tersebut membuka potensi ekonomi yang sangat besar bagi Indonesia. “Ini coconut milk. Itu ada pergeseran pangan di China, itu dari susu sapi kambing bergeser ke susu yang dari kelapa. Ini nilainya ini total itu bisa potensi Rp5.000 triliun,” ujarnya.

Selain kelapa, Amran menuturkan komoditas lain seperti gambir juga berpotensi serupa. Dia menyebut komoditas gambir selama ini masih diekspor dalam bentuk bahan baku. Padahal, Indonesia menguasai sekitar 80% pasar gambir dunia.

Baca Juga

  • Rosan Beberkan 20 Proyek Hilirisasi Danantara Senilai Rp437,65 Triliun
  • Usai Swasembada Beras-Jagung, RI Kejar Hilirisasi Kelapa-Kakao Cs pada 2026
  • Menteri Rosan Targetkan Pabrik Hilirisasi Kelapa Rp1,66 triliun Rampung 2026

“Ada juga gambir, gambir juga itu 80% kita kuasai dunia, tetapi bahan baku kita ekspor. Nah ini sesuai penelitian dosen para pakar dan sudah kunjungan ke India, ke Jepang. Itu bisa sampai Rp2.000—3.000 triliun. Ini bahkan Rp5.000 triliun, ini dari penelitian mereka,” ujarnya.

Amran menilai percepatan hilirisasi komoditas strategis tidak hanya berdampak pada peningkatan nilai ekspor, melainkan juga mampu membuka lapangan kerja dalam skala besar. Bahkan, dia menyebut hilirisasi ini pada akhirnya bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang diinginkan Presiden Prabowo Subianto.

“Ini kita hilirisasi ke depan, bisa membuka lapangan kerja 5 juta orang. Dan yang cita-cita Bapak [Presiden Prabowo Subianto] 8% [pertumbuhan ekonomi] itu bukan mimpi, bisa jadi kenyataan,” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eks Wakapolri: Roy Suryo Cs Harusnya Dapat SP3 Kasus Ijazah Jokowi Seperti Eggi Sudjana
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Jumat, SIM Keliling tersedia di lima lokasi Jakarta
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Dindik Jatim Pangkas Beban Administrasi Guru, Fokus Peran Mengajar
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Hujan Deras Guyur Jember, 17 Desa di Delapan Kecamatan Terendam Banjir
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Komitmen Perkuat Kesejahteraan 20 Ribu Petani Kopi Lewat Pertanian Regeneratif
• 10 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.