EtIndonesia. Kementerian Pertahanan Nasional Turki melaporkan penemuan sebuah drone, yang diyakini milik Rusia, menurut Hurriyet.
Pasukan khusus dikirim ke lokasi kejadian di timur laut Provinsi Ordu, dekat Ünye. Setelah memeriksanya, mereka menemukan bahwa drone tersebut tidak membawa bahan peledak.
Kemudian, mereka membawa drone tersebut ke kantor polisi Ünye untuk pengujian lebih lanjut.
Drone Rusia di Turki
Pada bulan Desember, sebuah drone pengintai Merlin-VR Rusia ditemukan di Turki, insiden ketiga dalam seminggu. Drone tersebut ditemukan oleh para petani di lingkungan Salur, distrik Manis, Provinsi Balikesir.
Sebelumnya, Turki menghancurkan sebuah pesawat tanpa awak yang mendekati wilayah udaranya dari Laut Hitam. Insiden tersebut dilaporkan oleh Kementerian Pertahanan negara itu.
Menurut Kementerian, objek tersebut diidentifikasi sebagai drone yang kehilangan kendali. Untuk mencegah kemungkinan risiko dan ancaman, militer Turki memutuskan untuk menghancurkannya.
Drone tersebut ditembak jatuh oleh jet tempur F-16 di area aman di luar daerah berpenduduk. Kementerian Pertahanan menekankan bahwa operasi tersebut dilakukan dengan tujuan meminimalkan kemungkinan konsekuensi.
Selain itu, sebuah drone pengintai Rusia jatuh di Turki. Drone tersebut ditemukan di daerah pedesaan dekat İzmit. Menurut informasi awal, itu adalah drone pengintai Orlan Rusia. Drone semacam itu digunakan untuk tujuan pengintaian dan tidak mengandung bahan peledak. (yn)





