Presiden sementara Rodriguez tegaskan ia pemimpin Venezuela, bukan AS

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Istanbul (ANTARA) - Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez menegaskan pada Kamis (12/2) bahwa dia memimpin negara itu, menanggapi klaim bahwa Amerika Serikat (AS) mengendalikan Caracas.

“Saya dapat mengatakan bahwa saya memegang kendali kepresidenan Venezuela, sebagaimana secara jelas dinyatakan dalam konstitusi Venezuela,” kata Rodriguez kepada NBC News.

“Dan dari banyaknya pekerjaan yang saya miliki, dari betapa sibuknya saya, saya dapat mengatakan ini adalah pekerjaan yang sangat, sangat berat dan kami melaksanakannya sepenuhnya dari hari ke hari,” tambahnya.

Setelah Presiden Nicolas Maduro ditangkap oleh pasukan AS pada awal Januari dan dibawa ke New York, di mana ia ditahan di fasilitas penahanan federal, Rodriguez bergerak untuk menormalkan hubungan dengan Washington di bawah Presiden Donald Trump sambil mengelola tekanan domestik.

Menteri Energi AS Chris Wright tiba di Caracas pada Rabu untuk menilai industri minyak negara itu dan mengadakan pembicaraan dengan pemerintahan sementara Venezuela yang berfokus pada perombakan besar sektor energi untuk merevitalisasi ekonominya dan mengintegrasikan kembali cadangan minyaknya ke pasar global.

Rodriguez juga mengatakan bahwa Maduro tetap pemimpin sah Venezuela.

“Saya dapat mengatakan bahwa Presiden Nicolas Maduro adalah presiden yang sah. Saya akan mengatakan ini sebagai seorang pengacara, seperti yang saya lakukan. Baik Presiden Maduro maupun Cilia Flores, ibu negara, keduanya tidak bersalah,” tegasnya.

“Saya telah diundang ke Amerika Serikat. Kami sedang mempertimbangkan untuk datang ke sana setelah kami menjalin kerja sama ini dan kami dapat melangkah maju dengan semuanya,” ujarnya.

Mengenai kemungkinan pemimpin oposisi Maria Corina Machado kembali ke Venezuela, Rodriguez mengatakan: “Mengenai kehidupannya, kami tidak memahami mengapa ada keributan tentang hal itu.”

“Mengenai kembalinya dia ke negara ini, dia akan harus memberi jawaban kepada Venezuela. Mengapa dia menyerukan intervensi militer, mengapa dia menyerukan sanksi terhadap Venezuela, dan mengapa dia merayakan tindakan yang terjadi pada awal Januari,” tambahnya.

Meskipun Machado menghadiahkan medali Nobel Perdamaian kepada Trump, ia belum berhasil mendapatkan dukungan politik penuh darinya.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Trump: AS ambil alih minyak Venezuela, "mulai mengalir" ke Texas

Baca juga: AS incar pertumbuhan hingga 40 persen produksi minyak Venezuela


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Liga Inggris: Arsenal Gagal Menang di Markas Brentford
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Produk Pakan Hewan Sumsel Milik PT EMI Tembus Pasar Filipina, Mendag Lepas Ekspor Perdana
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Purbaya: Kita Bisa Bawa Ekonomi ke Indonesia Emas, Bukan Indonesia Suram
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Pasca Penembakan Smart Air, Komnas HAM Desak Perlindungan Warga Sipil Papua
• 1 jam lalueranasional.com
thumb
Jelang Imlek, PKL dan Parkir Liar di Glodok Ditertibkan
• 5 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.