JAKARTA, DISWAY.ID -- Realisasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diperkirakan akan mencapai angka Rp 60 triliun hingga akhir triwulan I 2026 turut menjadi sorotan banyak pihak.
Pasalnya menurut Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, angka tersebut diproyeksikan akan memberikan dorongan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi pada periode ini.
Menanggapi pernyataan Menko Airlangga tersebut, Ekonom sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economics and Law Studies (Celios), Nailul, justru menyatakan bahwa anggaran MBG yang begitu besar tidak serta merta langsung meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
"Ada persyaratan seperti sumber dana yang tidak ambil dari anggaran sektor lain, hingga pelibatan masyarakat. Ketika tidak memenuhi, saya rasa sulit melihat MBG berpengaruh terhadap perekonomian secara optimal," ujar Nailul saat ditemui Disway di Jakarta, pada Jumat (13/02).
BACA JUGA:Prabowo Klaim Sudah Hemat Anggaran Hingga Rp380 Triliun, Dialihkan untuk MBG
Kendati begitu dalam hal ini, Nailul menambahkan bahwa datangnya bulan suci Ramadan hingga periode Hari Raya Idul Fitri tahun 2026 juga akan memiliki peran penting dalam mendorong angka pertumbuhan.
Pasalnya, dirinya menambahkan, periode bulan Ramadan dan Idul Fitri juga menjadi periode dimana angka permintaan masyarakay juga akan meningkat.
"Tapi Triwulan I ini akan banyak ditunjang oleh permintaan barang di bulan ramadhan-lebaran. Akan meningkat lebih tinggi dibandingkan tahun lalu," jelas Nailul.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa melalui realisasi anggaran sebanyak Rp 60 triliun rupiah, hal tersebut dipercaya akan mendorong stimulasi perekonomian.
BACA JUGA:Prabowo Jawab Kritik MBG: Program Ini Dibutuhkan Rakyat, Bukan Orang Berada
Selain realisasi anggaran, Airlangga juga turut menuturkan bahwa Pemerintah juga akan menggolontorkan sejumlah stimulus untuk mendorong daya beli masyarakat.
Salah satu stimulus tersebut adalah kebijakan diskon tarif transportasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 2026.
Kebijakan itu mencakup diskon kereta api sebesar 30 persen, angkutan laut 30 persen, jasa penyeberangan hingga 100 persen, serta diskon tiket pesawat berkisar 17–18 persen.
“Estimasi anggarannya secara keseluruhan adalah Rp 911,16 miliar, di mana porsi APBN sebesar Rp 639,86 miliar dan non-APBN sebesar Rp 271,3 miliar,” jelas Airlangga.
BACA JUGA:Prabowo Sebut MBG Untungkan Pengusaha dan Petani Sekaligus
- 1
- 2
- »





