FAJAR, MAKASSAR — Makassar memiliki potensi besar dalam pengembangan hunian modern. Aktivitas ekonomi yang terus meningkat, membuat permintaan terhadap tempat tinggal besar.
Tingginya urbanisasi serta mobilitas pekerja dan mahasiswa, mendorong kebutuhan akan hunian sewa yang praktis dan berkualitas.
Untuk itu, Rukita resmi mengawali ekspansi perdananya ke wilayah Indonesia Timur dengan meluncurkan Rukita Avira Panakkukang. Kehadiran hunian coliving modern ini menjadi yang pertama di kawasan timur Indonesia.
Ekspansi ini sekaligus menjadi respons atas pertumbuhan ekonomi yang pesat di Makassar sebagai pusat bisnis dan perdagangan di Indonesia Timur.
VP Marketing Rukita, Lika Aprilia Samiadi, mengatakan Makassar memiliki potensi besar dalam pengembangan hunian modern. Aktivitas ekonomi yang terus meningkat membuat permintaan terhadap tempat tinggal yang nyaman dan bebas ribet semakin tinggi.
“Kami melihat Makassar memiliki potensi yang sangat besar. Permintaan hunian sewa kini bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga harus nyaman, praktis, dan terkelola dengan baik. Lewat Rukita Avira Panakkukang, kami menghadirkan standar hunian premium yang sudah terbukti di berbagai kota,” ujar Lika.
Menurutnya, model coliving yang menggabungkan layanan hospitality dengan teknologi menjadi pembeda utama dibandingkan kost konvensional. Rukita tidak hanya menyediakan kamar, tetapi juga pengalaman tinggal yang menyeluruh dalam satu ekosistem properti.
“Konsep ini dinilai relevan dengan kebutuhan generasi muda, khususnya Gen Z dan pekerja muda yang menginginkan hunian fleksibel dengan fasilitas lengkap,” ucapnya.
Selain itu, penghuni juga mendapatkan kemudahan layanan melalui aplikasi, mulai dari laundry, pembersihan kamar, hingga perbaikan fasilitas.
Rukita Avira Panakkukang memiliki total 18 kamar dengan bangunan 2,5 lantai dan menawarkan dua tipe kamar berbeda. Setiap kamar telah dilengkapi furnitur, kamar mandi dalam, AC, serta akses WiFi cepat sehingga penghuni cukup membawa barang pribadi.
Beberapa tipe kamar mengusung konsep loft dengan desain mezzanine untuk memaksimalkan ruang, sementara tipe lainnya dirancang dengan konsep compact living yang efisien.
“Fasilitas bersama seperti dapur komunal, area rooftop, dan kafe turut melengkapi pengalaman tinggal yang lebih sosial,” ucapnya.
Pemilik properti Rukita Avira Panakkukang Makassar, Alen mengatakan menyebut kehadiran konsep ini sebagai yang pertama di Makassar.
Ia menegaskan bahwa hunian tersebut tidak sekadar menjadi tempat tidur, melainkan ruang hidup yang memungkinkan penghuni berinteraksi dan membangun komunitas.
“Sekarang orang, khususnya Gen Z, tidak hanya butuh tempat tinggal. Mereka butuh tempat yang bisa menjadi ruang komunal, tempat berbagi ide, dan membangun jejaring,” ujarnya.
Selain menyasar penyewa, Rukita juga membuka peluang kemitraan bagi pemilik properti di Makassar. Melalui skema pengelolaan end-to-end, pemilik dapat mengoptimalkan asetnya tanpa harus terlibat langsung dalam operasional harian.
Rukita menangani seluruh proses mulai dari pemasaran, pencarian penghuni, administrasi, hingga penagihan sewa. Dengan sistem digital dan laporan transparan, pemilik properti dapat memantau performa asetnya secara berkala.
Model bisnis ini dinilai mampu menciptakan okupansi yang lebih stabil. Promosi melalui aplikasi dan platform digital Rukita membantu mengurangi risiko kamar kosong sehingga pendapatan menjadi lebih terjaga.
Peresmian Rukita Avira Panakkukang turut dimeriahkan melalui acara open house yang dihadiri mitra landlord, media, dan sejumlah influencer lokal. Para tamu berkesempatan melakukan room tour dan mencoba langsung fasilitas yang tersedia.
Sejak berdiri pada 2019, Rukita telah dipercaya lebih dari 1.300 pemilik properti dan beroperasi di 21 kota besar di Indonesia dengan melayani lebih dari 50.000 penghuni setiap tahun.
Dengan ekspansi ke Makassar, Rukita optimistis dapat membangun ekosistem hunian modern yang lebih maju dan menguntungkan di Indonesia Timur. (wis)




