JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI Tri Tharyat menyatakan pihaknya tengah menjajaki peluang ekspansi sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ke negara-negara anggota Developing Eight (D-8).
Tri Tharyat menyebut pihaknya telah berdiskusi dengan Bank Indonesia mengenai peluang ekspansi QRIS lebih lanjut. Menurutnya, keketuaan Indonesia di D-8 tahun ini pun dapat dioptimalkan untuk agenda tersebut.
“Kami sudah bicara dengan Bank Indonesia supaya mulai menjajaki perluasan penggunaan QRIS di antara negara-negara D-8,” kata Tri Tharyat di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Pejabat Kemlu itu menambahkan, di antara anggota D-8, terdapat dua negara yang paling potensial untuk ekspansi QRIS, yakni Mesir dan Turki. Pasalnya, banyak WNI yang bermukim atau melanjutkan pendidikan ke dua negara tersebut.
Baca Juga: Amnesty Sebut Kemlu Belum Bisa Jawab Keresahan Masyarakat tentang BoP
Lebih lanjut, Tri mengatakan ekspansi QRIS ke negara-negara D-8 bakal memudahkan transaksi antarmasyarakat negara anggota sekaligus mendukung upaya Indonesia menjadi hub keuangan digital global.
Inisiatif memperluas jangkauan QRIS pun disebutnya sesuai dengan satu dari lima agenda prioritas keketuaan Indonesia di D-8, yaitu meningkatkan konektivitas dan ekonomi digital, termasuk pengembangan UMKM.
“Kita juga akan melakukan ‘showcasing’ kisah sukses pemanfaatan QRIS bagi dunia usaha,” kata Tri Tharyat dikutip Antara.
Selain potensi ekspansi QRIS, Tri menjelaskan Kementerian Perhubungan telah menjajaki kolaborasi dengan negara anggota D-8. Namun, Tri belum mengungkapkan bentuk kolaborasi yang akan dilakukan melalui Kemenhub.
Adapun D-8 adalah kelompok kerja sama ekonomi yang dibentuk pada 1997 oleh delapan negara berkembang: Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Azerbaijan menjadi anggota ke-9 pada 2025.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- ekspansi qris
- qris
- kemlu ri
- d8
- developing eigths





