Masjid bukan sebatas ruang untuk menunaikan ibadah bagi umat Islam. Di berbagai wilayah, masjid mengambil peran sebagai ruang perjumpaan, berbagi gagasan, hingga menggerakkan aktivitas sosial.
Terlebih saat Ramadan, masjid kerap menjadi titik temu lintas generasi yang ingin mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih bermakna. Oleh karena itu, beragam program seperti kajian tematik, kelas pengembangan diri, hingga kegiatan sosial digelar untuk menjawab kebutuhan jamaah yang kian beragam.
Dinamika ini memperlihatkan bagaimana masjid terus beradaptasi. Artinya, bukan hanya sebagai tempat beribadah tetapi juga sebagai wadah komunitas yang hidup dan relevan dengan kehidupan masyarakat hari ini.
Di bawah ini, sekilas potret beberapa masjid yang menghadirkan ragam aktivitas sekaligus menjadi ruang tumbuh bagi umat muslim terutama pada saat Ramadan.
1. Masjid Nurul Iman di Blok M Square, Jakarta
Tempat ibadah ini punya singkatan Nurim (Nurul Iman). Masjid ini populer di kalangan komunitas salafi di Jakarta. Tempatnya ada di dalam Mal Blok M Square di lantai 7.
Meskipun Nurul Iman banyak didatangi komunitas salafi namun masjid ini ramah terhadap pendatang. Hal ini membuat jamaah lain tetap nyaman dan tak merasa dihakimi.
Masjid yang dihiasi miniatur kakbah di pekarangannya ini biasanya rutin berbagi makanan berbuka puasa saat Ramadan. Nurul Iman juga biasanya rutin mengadakan iktikaf.
Di Masjid Nurul Iman Blok M square, ustaz-ustaz memberikan ceramah berdasarkan kitab-kitab rujukan umat Islam, seperti kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi. Menariknya, ada pengajian yang mengerahkan penerjemah bahasa isyarat sehingga teman-teman tuli bisa ikut menyimak kajian.
Lantaran masjid ini berada dalam mal maka jamaah tak perlu takut kelaparan atau kehabisan makanan. Apalagi area Blok M Square sekarang menjadi destinasi kulineran yang diisi beragam makanan dengan harga terjangkau.
Dan untuk memudahkan jamaah, pengurus Masjid Nurul Iman juga memperbarui jadwal kegiatannya melalui laman media sosial Instragram setiap seminggu sekali.
2. Masjid Agung al-Azhar, Jakarta.
Ada juga Masjid Agung al-Azhar yang juga kerap diramaikan anak-anak muda. Terlebih, masjid ini berdampingan dengan Universitas al-Azhar Indonesia.
Masjid ini lokasinya strategis, terletak di pinggir jalan besar. Bahkan, untuk ke sini bisa dijangkau dengan Transjakarta.
Tak heran, jamaah yang datang tak terbatas para mahasiswa/mahasiswi yang belajar di kampus al-Azhar tetapi juga dari berbagai wilayah di Jabodetabek.
Sama seperti Masjid Nurul Iman, pengurus Masjid Agung al-Azhar juga mengunggah jadwal kegiatan ke Instagram. Di antara kegiatan yang ada, yaitu ceramah yang membahas isu-isu anak muda, seperti tentang persiapan berumah tangga bagi mahasiswa/mahasiswi.
3. Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta
Ini adalah salah satu masjid tertua di ibu kota yang hadir sejak 1970. Lokasinya ada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Masjid Agung Sunda Kelapa terbilang ramah untuk jamah berbagai usia. Tak heran, saat Ramadan tiba maka masjid akan penuh sesak.
Pengurus masjid menyediakan karpet lantai yang lebih tebal di dalam area masjid terutama diperuntukan bagi jamaah lansia. Sedangkan anak-anak muda dianjurkan beribadah di pekarangan depan masjid yang juga dilengkapi atap kanopi.
Halaman Masjid Agung Sunda Kelapa sering dimanfaatkan untuk menggelar pameran pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Ada beragam barang yang dijajakan oleh para tenant, misalnya kuliner dan fesyen.
Sementara itu, di area pinggir masjid, juga banyak pedagang kaki lima yang menjual aneka jajanan. Dagangan mereka biasanya diserbu jamaah usai salat berjamaah.
Saat Ramadan, Sunda Kelapa sering kebanjiran sedekah makanan untuk berbuka puasa. Masjid ini juga menggelar acara iktikaf dengan menghadirkan ustaz-ustaz yang akan memberikan siraman rohani kepada para jamaah.
4. Masjid Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta
Masjid ini bisa diakses jamaah difabel dan semua usia. Bahkan, ketika khotbah Jumat, masjid menyediakan penerjemah bahasa Isyarat untuk memfasilitasi teman tuli.
Masjid yang ramah terhadap penyandang disabilitas jumlahnya belum masif di Indonesia. Pada umumnya, bangunan masjid memiliki anak tangga yang menyulitkan para disabilitas netra maupun daksa.
Oleh karena itu, keberadaan masjid yang inklusif diharapkan bisa mengakomodir berbagai kebutuhan jamaah untuk beribadah.
5. Masjid Sejuta Pemuda, Sukabumi
Di wilayah Jawa Barat, Masjid Sejuta Pemuda atau yang dulunya bernama Masjid At-Tin Sukabumi, cukup populer.
Sesuai namanya, masjid ini diharapkan bisa menjadi tempat anak-anak muda kembali ke jalan Allah atau tempat mereka menimba ilmu Islam, tanpa merasa dihakimi.
Dalam situs webnya, pengurus masjid rutin mengadakan kajian dengan isu-isu yang umum dihadapi anak-anak muda, contohnya topik tentang penampilan stylish tapi tetap menutup aurat.
Lima masjid tersebut memperlihatkan wajah masjid yang terus beradaptasi dengan kebutuhan jamaahnya. Ada yang menghadirkan akses inklusif bagi difabel, ada yang menjadi ruang diskusi mahasiswa, hingga yang menyediakan wadah pembinaan anak muda. Geliat ini menunjukkan bahwa fungsi masjid berkembang seiring dinamika masyarakat.




