Trump Akan Kunjungi Venezuela

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana untuk mengunjungi Venezuela. Ia menyatakan puas terhadap pemimpin sementara di Venezuela yang mengizinkan lima perusahaan minyak besar beroperasi di sana.

"Saya akan mengunjungi Venezuela," kata Trump kepada wartawan pada hari Jumat (13/2) dikutip dari AFP. Namun, tanggal pasti kunjungan Trump tersebut belum diputuskan.

Komentar tersebut menyusul kunjungan Menteri Energi Trump ke Caracas awal pekan ini. Pemerintahan Trump juga sudah mencabut sanksi tambahan AS yang telah menghambat investasi industri minyak di negara Amerika Selatan tersebut.

Pada hari Jumat, Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan memberikan izin umum kepada BP, Chevron, Eni, Repsol, dan Shell beroperasi di Venezuela.

"Mengizinkan transaksi terkait operasi sektor minyak atau gas di Venezuela," demikian keterangan izin tersebut, disertai dengan beberapa syarat.

Industri minyak telah menyatakan minatnya terhadap Venezuela, sambil memperingatkan bahwa jangka waktu investasi bergantung pada adanya aturan yang jelas setelah pengambilalihan dari pemerintah sebelumnya.

Lisensi umum dua halaman yang dikeluarkan oleh OFAC mensyaratkan bahwa setiap pembayaran royalti minyak dan gas harus masuk ke rekening yang ditunjuk oleh Departemen Keuangan AS, yang konsisten dengan pernyataan pemerintahan Trump bahwa Washington akan mengelola aset yang berada dalam pengawasan untuk kepentingan Venezuela.

Trump dan para pejabat tinggi seperti Menteri Energi Chris Wright secara terang-terangan menggambarkan Washington sebagai pihak yang mengendalikan sumber daya minyak Venezuela untuk masa mendatang.

Lisensi OFAC kedua yang dikeluarkan pada hari Jumat mengizinkan perusahaan untuk bernegosiasi untuk kontrak potensial investasi tertentu di Venezuela. Namun, badan AS tersebut akan terus melarang keikutsertaan Tiongkok, Iran, dan Rusia.

"Lisensi umum ini mengundang perusahaan Amerika dan perusahaan sekutu lainnya untuk memainkan peran konstruktif dalam mendukung pemulihan ekonomi dan investasi yang bertanggung jawab," kata sebuah catatan media pemerintahan Trump yang menggambarkan langkah OFAC sebagai bagian dari komitmen Trump untuk dengan cepat membuka kembali industri minyak.

"Amerika Serikat berkomitmen untuk memulihkan kemakmuran, keselamatan, dan keamanan Venezuela untuk kepentingan rakyat Amerika dan Venezuela," demikian lanjutan catatan tersebut.

Secara terpisah, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan bahwa mereka telah mengirimkan lebih dari enam ton pasokan medis ke Venezuela untuk membantu menstabilkan negara tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Zodiak Dapat Rezeki Nomplok dan Peluang Emas: Virgo Stabil, Gemini Sukses
• 17 jam lalugenpi.co
thumb
Dishub Bakal Rekrut Juru Parkir Liar di Jalanan Jakarta Jadi Mitra
• 17 jam laludisway.id
thumb
Purbaya Bantah Tak Dilibatkan Pembahasan Utang Kereta Cepat Whoosh
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
Xiaomi Siapkan Fitur AI Rahasia yang Lebih Aman dari Cloud
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pangkas RKAB Tambang, Bahlil: Jangan Produksi Masif Kalau Harga Belum Wajar
• 16 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.