Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara tentang perubahan rezim di Iran. Dia mengatakan bahwa perubahan rezim di Iran akan menjadi "hal terbaik yang bisa terjadi." Hal ini disampaikannya pada hari Jumat (13/2) waktu setempat, seiring dia memerintahkan kapal induk kedua untuk menuju Timur Tengah.
"Sepertinya itu akan menjadi hal terbaik yang bisa terjadi," kata Trump kepada wartawan di pangkalan militer Fort Bragg di Carolina Utara ketika seorang jurnalis bertanya apakah ia menginginkan "perubahan rezim" di Iran.
"Selama 47 tahun, mereka terus berbicara dan berbicara dan berbicara. Sementara itu, kita telah kehilangan banyak nyawa sementara mereka berbicara," kata Trump kepada wartawan, dilansir Al Arabiya dan AFP, Sabtu (14/2/2025).
Ditanya siapa yang ingin ia pilih untuk mengambil alih, Trump mengatakan ia tidak ingin membicarakan hal itu. "Saya tidak ingin membicarakan hal itu. Ada orang-orang," tuturnya.
Trump kemudian ditanya apakah ia akan menerima hal lain selain pengayaan uranium. "Kita tidak menginginkan pengayaan uranium," tegas presiden AS itu.
Trump mengatakan kelompok kapal induk kedua akan segera menuju Timur Tengah, meningkatkan ancaman militer terhadap Iran di tengah negosiasi mengenai program nuklirnya.
"Kapal itu akan segera berangkat," kata Trump kepada wartawan ketika ditanya tentang laporan bahwa kapal induk USS Gerald R. Ford akan dipindahkan dari Karibia ke Timur Tengah.
"Jika kita tidak mencapai kesepakatan, kita akan membutuhkannya," cetusnya.
(ita/ita)





