JAKARTA, KOMPAS.com – Suara bising klakson kembali bersahutan di depan Pasar Palmerah, Jakarta Pusat, Sabtu (14/2/2026).
Kondisi area depan pasar kembali semrawut setelah sehari sebelumnya terlihat tertib tanpa pedagang kaki lima (PKL) saat Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto melintas pada Jumat (13/2/2026) pagi.
Kedatangan Prabowo untuk meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Palmerah membuat kawasan tersebut bersolek dalam semalam.
Baca juga: Andai Presiden Datang Tiap Hari, Palmerah Selalu Rapi dan Bebas Macet
Jalan di dalam pasar yang sebelumnya rusak langsung diperbaiki dengan cara diaspal.
Para pedagang kaki lima yang biasa membuka lapak di atas jalan tersebut juga ditertibkan.
PKL yang biasa berjualan di depan area Pasar Palmerah turut ditertibkan. Selain itu, jalan di depan pasar juga disterilkan sehingga tidak ada angkutan kota (angkot) yang mengetem sembarangan dan menyebabkan kemacetan.
Baca juga: Jalan Depan Pasar Palmerah Diaspal, Area Belakang Tetap Rusak dan Bau Sampah
Namun, ketertiban itu rupanya hanya berlangsung sehari. Pada Sabtu, kondisi Pasar Palmerah kembali semrawut.
Para PKL kembali membuka lapak di bahu jalan tepat di depan pasar.
Angkot juga kembali berhenti sesuka hati, sehingga arus lalu lintas di belakangnya tersendat.
Beruntung, hari ini merupakan hari libur sehingga kondisi Pasar Palmerah tidak seramai biasanya karena volume kendaraan yang melintas menurun.
Salah satu pedagang, Jumiati (45), mengaku kedatangan Presiden Prabowo membuat para PKL yang biasa berjualan di depan Pasar Palmerah diliburkan selama dua hari.
"Kemarin diliburin dua hari sih sementara, sekarang baru boleh buka lagi," ucap dia ketika diwawancarai Kompas.com di lokasi, Sabtu.
Jumiati mengatakan, sebenarnya sudah ada kesepakatan antara para PKL dan pengelola pasar untuk membuka lapak maksimal hingga pukul 08.00 WIB.
Setelah itu, jalan di depan Pasar Palmerah harus kembali steril dan para pedagang wajib membereskan lapaknya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang