Indodax Lakukan Ini Cegah FOMO Investasi Aset Digital dan Kripto

viva.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Industri aset digital, kripto, dan teknologi blockchain berkomitmen untuk terus mendorong literasi di Industri tersebut. Hal itu guna memastikan masyarakat tidak mudah terjebak pada fenomena ikut-ikutan atau Fear of Missing Out (FOMO).

Chief Executive Officer PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax) William Sutanto menegaskan, pihaknya secara aktif dan konsisten mendorong literasi aset digital, kripto, dan teknologi blockchain di Indonesia. Hal itu dilakukan melalui Indodax Academy, kanal edukasi yang membahas berbagai topik seputar blockchain, bitcoin, mining, hingga aset kripto lainnya.

Baca Juga :
Bos Indodax Ungkap Aset Terbesar Ekosistem Industri Kripto Nasional
Jaksa Agung: Diam-diam Banyak Aset Sitaan yang Diklaim oleh Jaksa

Dia mengatakan, melalui program tersebut pihaknya membangun pemahaman publik terhadap teknologi yang menjadi fondasi industri kripto, sekaligus memperkenalkan pentingnya pendekatan Do Your Own Research (DYOR) dalam mengambil keputusan. 

"Dengan pemahaman yang lebih menyeluruh, pengguna diharapkan mampu menilai risiko, memahami produk, dan mengambil keputusan secara lebih rasional," ujar William dikutip dari keterangannya, Sabtu, 14 Februari 2026.

Melalui berbagai program pengembangan talenta, lanjutnya, masyarakat akan mampu memahami kripto dan teknologi blockchain secara lebih utuh, termasuk risiko yang ada, sehingga keputusan yang diambil bisa lebih matang dan bertanggung jawab.

Terkait upaya yang dilakukan tersebut Indodax menjadi salah satu dari 26 perusahaan penerima penghargaan Fortune Indonesia Change the World 2025, karena dinilai memiliki dampak nyata melalui kegiatan bisnis dan inisiatif yang telah dijalankan secara berkelanjutan.

William mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengingat peran dan komitmen Indodax dalam menyediakan platform exchange dan membangun industri yang berkelanjutan.

Selain edukasi publik, program literasi Web3 Developer yang dijalankan Indodax juga mendapatkan penilaian dalam penghargaan tersebut. Program itu berfokus pada pelatihan dan mentoring bagi developer lokal agar memiliki keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan ekosistem Web3.

Menurut dia, pengembangan talenta lokal menjadi bagian penting dalam upaya membangun ekosistem kripto yang berkelanjutan di Indonesia.

"Kami percaya pertumbuhan industri ini tidak hanya ditopang oleh jumlah pengguna, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang memahami teknologinya secara mendalam," katanya.

Dia menegaskan komitmen perusahaan untuk membangun ekosistem kripto yang lebih inklusif, sehat, dan berkelanjutan, dengan basis pemahaman yang kuat serta dukungan sumber daya manusia yang kompeten melalui edukasi publik dan pengembangan talenta. (Ant)

Baca Juga :
Maluku Perkuat Literasi Keagamaan Lintas Budaya, Sekolah Didorong Jadi Ruang Tumbuh Toleransi
Bitcoin Anjlok 50 Persen, Masih Layak Serok atau Saatnya Jual? Ini Jawaban Pakar
Ray Dalio Klaim Emas Jadi Aset Paling Aman di Tengah Ancaman Perang Modal Global

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahar bin Smith Tak Ditahan, Kapolres Metro Tangerang Kota Beri Penjelasan
• 10 jam laludisway.id
thumb
Hilangnya Arah Bank Pembangunan Daerah
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Eka Hospital MT Haryono Hadirkan AF Clinic, Pusat Layanan Terpadu Aritmia
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Emas Antam dan Pegadaian Naik Hari Ini
• 13 jam lalukatadata.co.id
thumb
Respons Roy Suryo cs, Polisi Jelaskan Cara-cara Perkara Hukum Disetop
• 11 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.