Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Pemandu Bakat PSSI, Simon Tahamata, angkat bicara soal maraknya pemain diaspora yang kini merumput di Super League. Ia menilai fenomena tersebut tak perlu diperdebatkan secara berlebihan, melainkan harus dilihat sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas kompetisi.
Dalam beberapa musim terakhir, arus kedatangan pemain naturalisasi yang sebelumnya berkarier di Eropa memang kian terasa. Lebih dari 10 nama tercatat kini memperkuat klub-klub di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Situasi itu memantik perbincangan di kalangan pecinta sepak bola nasional. Ada yang menyambut positif, namun tak sedikit pula yang mempertanyakan dampaknya terhadap pemain lokal.
Simon memilih tidak terseret dalam pusaran polemik tersebut. Pria yang akrab disapa Om Simon itu menegaskan bahwa fokus utamanya adalah kemajuan sepak bola Indonesia secara menyeluruh.
Menurutnya, keberadaan pemain diaspora seharusnya menjadi pemacu semangat bagi talenta lokal. Ia ingin semua pemain, tanpa memandang latar belakang, mampu menunjukkan profesionalisme dan etika yang baik.
"Naturalisasi kan bercampur dengan pemain Timnas di sini. Sekali lagi, Indonesia besar. Ada banyak bakat di sini," ujar Simon, Jumat (13/2/2026).
Lebih lanjut, ia menegaskan keyakinannya terhadap potensi dalam negeri. Simon percaya Indonesia memiliki sumber daya pemain yang melimpah jika dibina secara tepat dan berkesinambungan.
Ia kemudian menyoroti pentingnya pembenahan sistem pembinaan usia dini. Baginya, masa depan sepak bola Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas pembinaan di level akar rumput.
Peran pelatih menjadi perhatian khusus dalam pandangan Simon. Ia menilai pelatih usia muda memegang tanggung jawab besar dalam membentuk karakter sekaligus kemampuan teknis pemain.
Simon menekankan bahwa anak-anak pada rentang usia tersebut sedang berada dalam fase krusial perkembangan. Karena itu, pendekatan yang diberikan pelatih harus benar-benar positif dan mendidik.
"Sekarang saya mau memberi pesan kepada pelatih-pelatih yang mulai dengan anak-anak muda. Saya ajak mereka main bola, mereka memengaruhi anak-anak 12, 13," kata Simon.
"Jangan sampai mereka lihat contoh tidak bagus. Melatih anak-anak, kita juga punya masa depan untuk bermain di tim nasional," sambung legenda Ajax Amsterdam tersebut.




