Tancap Gas di Awal Tahun, BYD Dongkrak Pasar EV Nasional

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

BYD Indonesia menatap pasar kendaraan listrik (EV) 2026 dengan optimisme dan ditandai dengan sinyal positif. Penyerapan pasar model-model EV mengalami peningkatan signifikan. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperlihatkan, terjadi lonjakan tinggi penerimaan model EV.

Capaian secara year on year, Januari 2025 asosiasi mencatat wholesales (distribusi) EV dengan kenaikan mencapai 295 persen atau hampir tiga kali lipat. Hal ini menunjukkan transisi permintaan konsumen ke kendaraan listrik (EV) terus meningkat.

Kehadiran BYD di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir pun tidak hanya memperkaya pilihan kendaraan listrik, tetapi juga ikut mengubah peta industri otomotif nasional. Di tengah tren elektrifikasi yang berkembang, BYD tampil sebagai salah satu motor utama yang mendorong percepatan adopsi mobil listrik di Tanah Air.

Hal ini kembali terlihat dalam partisipasi BYD di pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, yang menjadi panggung untuk menegaskan dominasinya di pasar EV nasional.

Sepanjang 2025, pasar kendaraan listrik Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan. Tingkat penetrasi EV melonjak hingga sekitar 13 persen, hampir empat kali lipat dibandingkan dua tahun sebelumnya yang masih berada di kisaran 2–3 persen.

Momentum tersebut semakin terasa pada kuartal keempat 2025, ketika penjualan mobil listrik bulanan menembus angka 13 ribu unit dan mendorong pangsa pasar EV hingga 18 persen. Di balik lonjakan tersebut, kontribusi BYD menjadi salah satu faktor utama.

BYD Indonesia mencatatkan penjualan lebih dari 46 ribu unit sepanjang 2025 secara wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) dan mendominasi pangsa pasar EV nasional sebesar 44,9 persen, demikian mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Capaian ini tidak hanya mencerminkan kekuatan produk, tetapi juga keberhasilan strategi distribusi, pemasaran, dan pendekatan terhadap konsumen Indonesia.

"Memang kami mengalami peningkatan cukup signifikan dari tahun lalu dan secara market share EV bahkan naik tiga kali lipat, artinya bahwa market EV ini semakin signifikan naik, awareness terhadap EV cukup naik dari tahun ke tahun," ungkap Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan.

Khusus kinerja pada awal 2026 ini, Luther mengatakan terjadi lonjakan penyerapan pasar mobil listrik yang besar. Bahkan peningkatannya terbilang tinggi secara tahunan.

Pada Januari, penjualan kendaraan listrik nasional melonjak lebih dari tiga kali lipat hingga menembus sekitar 8.000 unit. Dari angka tersebut, BYD menjadi kontributor utama dengan penjualan sekitar 5.200 unit, atau menopang lebih dari 60 persen pangsa pasar EV di Indonesia.

Capaian ini menjadi sinyal positif bahwa penerimaan kendaraan listrik semakin meluas, seiring meningkatnya pilihan produk yang mampu menjawab kebutuhan konsumen, baik dari sisi harga, fitur, maupun gaya hidup.

Tren ini juga mencerminkan tumbuhnya optimisme pasar, di mana keputusan pembelian menunjukkan meningkatnya kepercayaan terhadap nilai dan manfaat jangka panjang kendaraan listrik.

"Bahwa Januari adalah momen penting BYD, karena pencapaian wholesales kami mencapai 5.200 unit. Dan ini adalah good start BYD dan industri otomotif ke depan karena ini masih awal. Serta sesuatu yang lebih membuat percaya diri bahwa tingkat penjualan EV kami naik hampir lebih dari lima kali lipat dibanding Januari 2025 (1.114 unit). Ini pencapaian menyenangkan dari tahun ke tahun," tambahnya.

Beberapa model yang berperan besar dalam pencapaian tersebut adalah BYD ATTO 1 dan BYD M6. Mobil listrik MPV keluarga dan entry-level ini menjadi pintu masuk bagi banyak konsumen yang baru pertama kali beralih ke kendaraan listrik.

BYD juga memperkuat dominasinya lewat portofolio produk yang lengkap di hampir seluruh segmen. Mulai dari city car, SUV, MPV keluarga, hingga kendaraan listrik premium melalui lini DENZA, seluruhnya dihadirkan untuk menjangkau kebutuhan konsumen yang beragam. Strategi ini membuat BYD tidak bergantung pada satu model, melainkan membangun ekosistem produk yang saling melengkapi.

Di tingkat global, performa BYD turut memperkuat citranya di pasar Indonesia. Pada 2025, BYD berhasil mengirimkan lebih dari 4,6 juta unit kendaraan energi baru secara global dan mencatatkan produksi kendaraan energi baru (NEV) ke-15 juta unit. Penjualan ekspor yang menembus satu juta unit untuk pertama kalinya juga menunjukkan bahwa BYD bukan hanya kuat di pasar domestik China, tetapi juga kompetitif di tingkat internasional.

Skala bisnis dan kekuatan rantai pasok yang dimiliki BYD menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas pasokan kendaraan ke Indonesia. Di tengah tantangan industri global, mulai dari fluktuasi bahan baku hingga logistik, BYD mampu menjaga ketersediaan produk dan konsistensi kualitas. Hal ini turut membangun kepercayaan konsumen terhadap merek tersebut dalam jangka panjang.

Tak hanya berfokus pada penjualan, BYD juga aktif membangun jaringan layanan dan infrastruktur pendukung di Indonesia. Hingga kini, jaringan diler BYD telah hadir di lebih dari 80 lokasi dan terus berkembang ke berbagai wilayah strategis. Kehadiran jaringan ini memudahkan konsumen dalam mengakses layanan purna jual, sekaligus memperkuat ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
RMKE Lapor Realisasi Aksi Buyback Saham, Ini Rinciannya
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Ekonomi Indonesia 2025 Kuat, Pemerintah Bidik 5,6 Persen pada 2026 Lewat Akselerasi Program Prioritas
• 8 jam laludisway.id
thumb
Tak Ditahan, Bahar Smith Segera Diadili
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sesosok Mayat Wanita Ditemukan Warga di Kali Ancol Jakut
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Golkar, Demokrat dan PKS Belum Dukung Prabowo 2 Periode, Disebut Tunggu Tokoh Baru
• 12 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.