Penulis: Kholif Huda Arrasyid
TVRINews, Tanjung Pinang
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, meresmikan operasional pembangunan tahap kedua RSJKO Engku Haji Daud di Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Jumat, 13 Februari 2026. Peresmian ini menandai penguatan layanan kesehatan jiwa dan rehabilitasi ketergantungan obat di Provinsi Kepulauan Riau.
Acara tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kepri Moh Bisri serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Pada tahap kedua, Pemerintah Provinsi Kepri memperoleh bantuan sebesar Rp54,39 miliar untuk membangun tujuh gedung baru, termasuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) umum dan jiwa. Ansar menyampaikan apresiasi atas dukungan program Astacita Presiden yang dinilai mendorong pemerataan serta kelengkapan infrastruktur kesehatan hingga ke pelosok daerah.
“Terima kasih atas dukungan Astacita Presiden yang terus mengembangkan dan melengkapi infrastruktur kesehatan di pelosok negeri. Untuk tahap dua ini kita mendapat bantuan sebesar Rp54,39 miliar dan dibangun tujuh gedung seperti IGD,”ujar Ansar.
Ansar menegaskan, pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan operasional serta terus mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) kesehatan melalui kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan.
“Kita pemda membantu menyediakan operasionalnya. SDM di bidang kesehatan harus terus berkolaborasi dengan Kemenkes agar kualitas layanan semakin baik,”jelasnya.
Menurut Ansar, isu kesehatan jiwa merupakan persoalan global yang membutuhkan perhatian serius. Dengan peningkatan sarana dan prasarana tahap kedua ini, ia berharap pelayanan kesehatan jiwa dan rehabilitasi ketergantungan obat di Kepri semakin optimal.
Ia juga mendorong rumah sakit di Kepri memiliki keunggulan masing-masing. Salah satunya RSUD Raja Ahmad Tabib yang diarahkan unggul dalam penanganan kanker dan jantung. Dengan peningkatan fasilitas dan spesialisasi layanan, masyarakat Kepri diharapkan tidak perlu lagi berobat ke Jakarta atau daerah lain.
Ansar turut menyoroti tingginya kasus penyalahgunaan narkoba di Kepri. Ia berharap RSJKO Engku Haji Daud menjadi garda terdepan dalam rehabilitasi ketergantungan obat sekaligus memperkuat upaya preventif agar masyarakat terhindar dari tekanan mental dan perilaku berisiko.
“Kesehatan masyarakat tidak hanya soal fisik. Kita harus melindungi generasi muda dari narkoba dan membangun kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur RSJKO EHD Kepri,
Asep Guntur Sapari, menjelaskan bahwa pada 2023 telah dibangun tahap pertama berupa gedung rawat inap jiwa dan perkantoran dengan anggaran sekitar Rp21,1 miliar.
Pada tahap kedua ini, penguatan layanan dilakukan melalui pembangunan tujuh fasilitas, yakni gedung IGD umum dan jiwa, gedung penunjang, gedung rawat inap psikogeriatri pria dan wanita, gedung rawat inap dan rehabilitasi komorbiditas, gedung rawat inap anak atau remaja laki-laki, gedung rawat inap remaja perempuan, serta gedung rehabilitasi psikososial.
“Insyaallah tahun ini layanan psikososial akan mulai berjalan jika tidak ada hambatan,”ungkap Asep.
Dengan kapasitas sekitar 220 pasien, RSJKO EHD kini didukung tenaga medis yang semakin lengkap serta peralatan modern. Rumah sakit ini menerima pasien rujukan dari seluruh wilayah Kepulauan Riau, khususnya kasus gangguan jiwa dan ketergantungan obat, dengan jaminan pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku.
Editor: Redaktur TVRINews





