Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Karanganyar
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir antusias setelah melihat fasilitas yang tersedia di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI) yang berlokasi di Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Erick meninjau deretan venue olahraga yang telah tersedia di atas lahan seluas 80.262 meter persegi tersebut. Total ada sembilan arena olahraga yang sudah terselesaikan pada pembangunan tahap pertama, yakni sepak bola cerebral palsy, para atletik, para renang, para menembak, boccia, para tenis meja, para angkat berat, para bulu tangkis dan para judo, serta laboratorium sport science.
PPPI Delingan juga memiliki wisma atlet yang terdiri atas 138 kamar untuk 280 orang dan dilengkapi dining hall yang mampu menampung 400 orang. Erick Thohir pun merasa terkesan dengan fasilitas yang disediakan untuk atlet disabilitas Indonesia.
"Sekarang saya menyaksikan sendiri, ini fasilitas yang luar biasa. Tadi saya dengar ini adalah yang terbaik dan pertama di Asia Tenggara. Artinya, dengan kerja keras NPC Indonesia, para ofisial, pelatih dan atlet, pemerintah membuktikan hadir. Pemerintah tentu tidak membedakan yang namanya dukungan fasilitas terhadap seluruh kegiatan NPC," kata Erick dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Sabtu, 14 Februari 2026.
Lebih lanjut, Erick sudah melakukan komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, atas instruksi Presiden RI Prabowo Subianto, berkaitan dengan pembangunan tahap kedua. Erick berharap seluruh proyeksi yang telah dirancang di PPPI bisa terselesaikan.
"Tahap satu sudah berjalan dengan baik. Untuk tahap kedua akan coba kita pikirkan untuk bagaimana bisa diselesaikan agar fasilitas ini terlengkapi," ucap Erick.
Tak ketinggalan adalah rancangan perawatan PPPI untuk jangka panjang agar kualitasnya tetap terjaga. Ia tidak ingin fasilitas PPPI menurun setelah seluruh proyeknya rampung. Makanya, perlu dilakukan terobosan berkaitan dengan mekanisme administrasi, termasuk kemungkinan bekerja sama dengan pihak swasta.
"Insya Allah dari Kemenpora juga akan bantu untuk biaya perawatan dengan sistem hibah. Semoga ini nanti bisa berjalan dan aset yang terbaik dan pertama di Asia Tenggara bisa terus menjadi yang terbaik," ujar Erick.
NPC Indonesia bersama Kemenpora kini sedang fokus penuh untuk mengejar prestasi di Asian Para Games 2026. Ajang empat tahunan yang akan berlangsung di Nagoya, Jepang, 18-24 Oktober 2026, menjadi lanjutan tongkat estafet setelah keberhasilan meraih 135 emas, 143 perak dan 114 perunggu di ASEAN Para Games 2025.
Ada 150 atlet gabungan dari pelatihan nasional (Pelatnas) dan Sentra Khusus Olahraga Disabilitas Indonesia (SKODI) yang dikirimkan secara rutin untuk mengejar poin ranking melalui single event.
Namun begitu, tantangan berat yang akan dihadapi Indonesia di Asian Para Games 2026. Para catur yang berhasil menyumbangkan 10 emas, tujuh perak dan delapan perunggu pada edisi 2022 di Hangzhou, China, tidak akan dipertandingkan di Nagoya.
Padahal, keberhasilan tim para catur memborong medali di Hangzhou membuat Indonesia berhasil mengunci posisi lima besar perolehan medali di Asian Para Games 2022 dengan koleksi 29 emas, 30 perak dan 36 perunggu.
Editor: Redaktur TVRINews





